Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Mei 2026 | Pada Jumat, 1 Mei 2026, hujan deras yang mengguyur wilayah Rongga, Kabupaten Bandung Barat memicu terjadinya longsor pada area proyek PLTA Upper Cisokan. Tanah di tebing sebelah outlet proyek runtuh dan meluncur menuruni lereng, menimbulkan timbunan material tanah dan batuan yang menghalangi akses kerja. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, tepat sebelum tim survei lapangan tiba.
Menurut penjelasan resmi dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, penyebab utama longsor adalah intensitas curah hujan yang tinggi. Hujan terus-menerus membuat lapisan tanah menjadi jenuh air, mengurangi daya dukung tanah pada kemiringan tebing. Kondisi geologi daerah yang memiliki kemiringan curam dan vegetasi terbatas memperparah risiko longsor.
Sebagai respons cepat, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Jawa Bagian Tengah, Ferdyan Hijrah Kusuma mengumumkan penghentian sementara seluruh aktivitas pekerjaan di proyek PLTA Upper Cisokan. “Benar, telah terjadi longsor akibat curah hujan tinggi. Sebagai langkah tindak lanjut, area tersebut beserta lokasi yang berpotensi longsor telah kami sterilkan dan juga menghentikan sementara seluruh aktivitas pekerjaan,” ujar Ferdyan dalam konferensi pers di Bandung Barat pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Tim teknisi PLN segera dikerahkan ke lapangan untuk melakukan peninjauan menyeluruh. Pemeriksaan meliputi pemetaan struktur tanah, analisis stabilitas lereng, serta identifikasi titik‑titik rawan longsor susulan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar keputusan apakah pekerjaan dapat dilanjutkan atau memerlukan tindakan mitigasi tambahan, seperti pemasangan penahan tanah atau penguatan vegetasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat juga berperan aktif. Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Asep Sehabbudin, menyatakan bahwa timnya telah berkoordinasi dengan camat setempat untuk melakukan pendataan korban dan potensi kerawanan. “Kami juga dari BPBD akan menerjunkan anggota hari ini guna penanganan di lokasi,” tambahnya, menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka karena area proyek pada saat kejadian dalam keadaan steril.
Proyek PLTA Upper Cisokan merupakan bagian penting dari strategi energi terbarukan nasional. Dengan kapasitas terpasang sekitar 1.040 MW yang dibagi menjadi empat unit turbin masing‑masing 260 MW, proyek ini dirancang sebagai pumped‑storage hydroelectric yang memanfaatkan dua waduk pada elevasi berbeda untuk menyimpan dan menghasilkan listrik pada saat beban puncak. Keberhasilan proyek diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi Indonesia serta mendukung target dekarbonisasi.
Ke depannya, PLN berencana melanjutkan proses peninjauan teknis selama beberapa hari ke depan. Jika hasil evaluasi menunjukkan kondisi aman, pekerjaan konstruksi akan diaktifkan kembali dengan prosedur keamanan yang lebih ketat. Sementara itu, pihak manajemen menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh pekerja terhadap potensi longsor, serta koordinasi terus‑menerus dengan BPBD dan otoritas lokal untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang masih diproyeksikan berlanjut.











