Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Juni 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Gempa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan ratusan warga terdampak. Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,24 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer.
Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala. Gempa ini dirasakan kuat oleh masyarakat di beberapa wilayah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Donggala.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, meninjau langsung lokasi dan warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Dalam kunjungan tersebut, Wagub Reny melihat kondisi permukiman warga yang terdampak gempa serta berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan kebutuhan yang paling mendesak.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus melakukan langkah penanganan di berbagai sektor untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan optimal. Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah terus bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat, mendirikan tenda darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak.
Selain itu, pemerintah juga memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan selama masa tanggap darurat. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, aparat keamanan, dan berbagai instansi terkait guna mempercepat penanganan dampak gempa di wilayah terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Hingga saat ini, tercatat sekira 312 jiwa atau 110 Kepala Keluarga (KK) di Sulawesi Tengah yang terdampak gempa.
Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah tempat ditemukannya korban jiwa merupakan wilayah dengan dampak paling signifikan. Di sana tercatat sekira 272 jiwa atau 89 KK terdampak gempa bumi, selain itu terdapat 22 warga yang mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.
Pendataan yang dilakukan BNPB juga menemukan sedikitnya 67 rumah terdampak. Dari jumlah itu, 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Kerusakan paling banyak dilaporkan berada di Kabupaten Sigi dengan 47 rumah terdampak, terdiri dari 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 unit rumah rusak berat.
Kesimpulan dari kejadian gempa bumi di Sulawesi Tengah ini menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat harus selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam. Dengan demikian, penanganan dampak bencana dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.











