Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 18 Juni 2026 | Gempa bumi berkekuatan M 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa, 16 Juni 2026. Gempa ini menyebabkan satu orang meninggal dan banyak rumah, kantor, serta fasilitas umum rusak parah di Kabupaten Sigi, Palu, dan Poso.
Pemerintah pusat bergerak cepat dalam menangani korban gempa dan dampak bencana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bahwa pemerintah berkoordinasi dengan Gubernur Sulteng untuk memastikan penanganan bencana dilakukan dengan baik dan cepat.
Di Kabupaten Sigi, sebanyak 800 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Selain itu, dua unit kantor, 15 sarana ibadah, satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta satu jembatan penghubung Desa Kamora B dan Desa Tongoa juga mengalami kerusakan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memulihkan 8 site BTS dari total 2.601 site di tiga kabupaten dan kota yang terdampak gangguan layanan telekomunikasi di Sulteng. Pemulihan tercepat terjadi di Kota Palu dengan 5 site BTS yang telah kembali beroperasi, disusul Kabupaten Sigi sebanyak 3 site.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi pascagempa dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
Sementara itu, warga terdampak gempa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, mulai mendapat pasokan air bersih setelah Gubernur Sulteng Anwar Hafid menerima laporan adanya kerusakan pada sejumlah sumber air warga yang tertutup material longsor akibat gempa.
Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Indonesia juga diguncang oleh beberapa gempa bumi, termasuk gempa M 3,9 yang mengguncang Aceh Jaya. Namun, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan bersiap diri. Pemerintah dan berbagai pihak terkait harus berkoordinasi dengan baik untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan efisien.











