Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 Juli 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,1 terjadi di wilayah Andes Peru, menewaskan lima orang dan melukai 21 orang lainnya. Gempa tersebut mengguncang kota Chongos Bajo sekitar 300 kilometer timur Lima, dengan kedalaman episentrum gempa dilaporkan 24 km. Sementara itu, di Indonesia, gempa bumi dengan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pukul 15.11 WIB, Minggu, 19 Juli 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berlokasi pada koordinat 7,74 Lintang Selatan dan 106,44 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Pusat gempa berada di laut 79 km barat daya Sukabumi. Gempa ini termasuk dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dasar laut. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wujayanto, mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa dirasakan dengan skala MMI pada wilayah Cikotok, KelapaNunggal, Cidolog, Cisaat, Simpenan, Kota Sukabumi, Nagrak, Bayah, Panggarangan, Cimahi, Banjaran dan Lembang dengan skala III, III, III, III, III, III, III, II-III, II-III, II-III, II-III dan II-III. Salah satu skala MMI yang dirasakan adalah III yang artinya gempa dirasakan oleh beberapa orang, tetapi tidak menyebabkan kerusakan atau kecelakaan.
Peru terletak di kawasan yang disebut cincin api Pasifik — busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik. Para seismolog mengatakan Peru mengalami setidaknya 400 gempa bumi per tahun, tiga perempat di antaranya sangat lemah sehingga orang tidak merasakannya.
Kedua gempa ini menunjukkan bahwa gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga penting untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam ini. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi.
Kesimpulan dari kedua gempa ini adalah bahwa gempa bumi merupakan bencana alam yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada dan siap menghadapi gempa bumi dengan melakukan persiapan dan mitigasi yang efektif.











