Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | Sabtu malam, 1 Mei 2026, Ibercaja Estadio menjadi saksi pertarungan sengit antara Real Zaragoza dan Granada dalam laga lanjutan Segunda División. Dengan tekanan zona degradasi menghantui Zaragoza, harapan untuk meraih tiga poin tampak semakin tipis. Granada, meski berada di posisi menengah klasemen, berhasil menambah satu poin penting melalui gol penentu di menit ke-97, mengunci kemenangan 0-1 yang sekaligus menambah beban bagi tim tuan rumah.
Sejak awal pertandingan, kedua pelatih menampilkan taktik yang berbeda. David Navarro menurunkan susunan 4-4-2 dengan Francho di tengah, Sebas Moyano di sayap, serta duo penyerang Dani Gómez dan Kenan Kodro. Sementara itu, Granada mengandalkan formasi 4-3-3 yang menonjolkan kecepatan di lini serang melalui Jorge Pascual dan Jorge Yamiq. Kedua tim berusaha menguasai lini tengah, namun Zaragoza lebih sering menekan dengan serangan balik yang dipimpin oleh El Yamiq.
Berbagai peluang tercipta pada babak pertama. El Yamiq menyalurkan bola voli dari jarak 25 meter yang memaksa kiper Granada, Astralaga, melakukan penyelamatan luar biasa. Di sisi lain, Granada berusaha menurunkan tempo permainan dengan menahan bola di tengah lapangan, mengandalkan kerja keras tiga pemain tengah dan kualitas Trigueros serta Alemañ. Pada menit ke-14, Nazari membuka peluang dengan tembakan keras yang berhasil ditangkis oleh Astralaga.
Pertandingan tidak menyajikan banyak gol, namun intensitas terus meningkat. Pada menit ke-32, sorakan keras terdengar dari tribun ketika pendukung Zaragoza menuntut aksi tegas dari direksi. Arnaiz sempat mengeksekusi tembakan melengkung, namun tidak berbuah. Kesempatan lain muncul ketika Rober mencoba memanfaatkan keributan di dalam kotak penalti, namun Loic Williams berhasil menahan tembakan tersebut.
Menjelang akhir babak pertama, Zaragoza hampir memanfaatkan tendangan bebas yang diserang dengan buruk oleh Trigueros; bola meluncur dekat tiang gawang sebelum dihentikan oleh Alcaraz yang berada di posisi offside. Keputusan VAR menegaskan offside, sehingga peluang itu tidak berlanjut.
Babak kedua dimulai dengan pola yang serupa. Zaragoza tetap menekan, namun Granada memperlihatkan pertahanan yang disiplin, terutama setelah dua corner yang hampir berbahaya. Pada menit ke-70, David Navarro melakukan pergantian pemain dengan menurunkan Mawuli dan Guti di lini tengah serta Cuenca di sayap kiri, berharap memberi dorongan baru. Sayangnya, perubahan tak membawa perubahan signifikan pada alur permainan.
Detik-detik terakhir pertandingan menjadi momen krusial. Pada menit ke-97, setelah serangkaian tendangan bebas, Zaragoza gagal menutup bola di area gawang. Bola kembali ke tangan Granada, dan Pablo Sáenz berlari cepat menembus pertahanan. Ia melepaskan bola kepada Sola, yang dengan tenang menempatkan bola ke sudut gawang, menandai gol kemenangan Granada. Gol ini menjadi “gol maut” bagi Zaragoza, menegaskan kembali ketidakmampuan mereka untuk mengamankan poin dalam situasi kritis.
Berikut ringkasan statistik penting pertandingan:
| Tim | Posisi | Poin | Formasi |
|---|---|---|---|
| Real Zaragoza | 21 | 0 | 4-4-2 |
| Granada | 14 | 1 | 4-3-3 |
Statistik performa lima laga terakhir masing-masing tim memperkuat narasi ini. Zaragoza belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir (0-2-3), mencatat lima gol tercipta dan enam kebobolan. Granada, meski berada di zona aman, juga mengalami penurunan performa dengan satu kemenangan, empat kekalahan, dan tidak ada hasil imbang dalam lima laga terakhir (1-0-4). Kedua tim masing-masing mencatat sepuluh gol tercipta dan tujuh gol kebobolan pada periode tersebut.
Sejarah pertemuan langsung antara kedua tim menunjukkan dominasi Granada dalam beberapa tahun terakhir. Dalam lima pertemuan terakhir, Granada memperoleh dua kemenangan, Zaragoza satu kemenangan, dan dua hasil imbang. Pertandingan terakhir pada November 2025 berakhir dengan kemenangan Granada 3-1 di kandang mereka.
Untuk para penonton yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung, siaran tersedia melalui platform streaming DAZN dan Movistar+. Bagi penonton di luar wilayah Spanyol, penggunaan VPN dapat membantu mengakses layanan streaming tersebut seolah‑olah berada di dalam negeri.
Kesimpulannya, kemenangan tipis Granada menambah tekanan pada Real Zaragoza yang kini berada di ambang zona turun. Dengan hanya tiga poin tersisa untuk menghindari degradasi, Zaragoza harus segera menemukan formula kemenangan. Sementara itu, Granada dapat memanfaatkan hasil ini untuk mengembalikan kepercayaan diri dan mengejar peluang masuk ke zona play‑off pada sisa musim.











