Otomotif

Tragedi Kecelakaan Tol Palindra: 3 Penumpang Pikap Tewas Usai Tabrakan Truk Fuso dari Belakang

×

Tragedi Kecelakaan Tol Palindra: 3 Penumpang Pikap Tewas Usai Tabrakan Truk Fuso dari Belakang

Share this article
Tragedi Kecelakaan Tol Palindra: 3 Penumpang Pikap Tewas Usai Tabrakan Truk Fuso dari Belakang
Tragedi Kecelakaan Tol Palindra: 3 Penumpang Pikap Tewas Usai Tabrakan Truk Fuso dari Belakang

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | Pada Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 02.45 WIB, terjadi kecelakaan maut di Jalan Tol Palembang‑Indralaya (Palindra) tepatnya di kilometer 03+050, tidak jauh dari pintu jembatan Jangsen Kayuagung, Bakauhenin, dan Keramasan. Dua kendaraan terlibat, yakni sebuah truk Fuso berwarna merah yang melaju dari arah Indralaya menuju Palembang pada lajur lambat, dan sebuah pickup Isuzu Traga berplat nomor BG 8059 TH yang berangkat dari arah yang sama namun melaju di lajur cepat.

Pengemudi pickup bernama Maidi, usia 36 tahun, bersama dua penumpang yang merupakan kakak‑beradik dari Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir – Rif’at (37 tahun) dan Rohman (33 tahun) – sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan barang dagangan ke pasar di Palembang. Menurut hasil olah TKP Satlantas Polres Ogan Ilir, Maidi tampak mengantuk dan kurang konsentrasi. Saat truk Fuso berhenti atau melambat di lajur lambat, pickup yang berada di belakang menabrak bagian belakang truk dengan kecepatan tinggi.

📖 Baca juga:
Mobil Terbakar di Tol Cawang, Lalu Lintas Macet Parah Akibat Truk Gangguan

Akibat benturan, bagian depan pickup hancur total, menimbulkan kerusakan struktural yang parah. Ketiga penumpang pickup tidak sempat dievakuasi karena kondisi mereka terlalu kritis; mereka dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban yang tewas adalah Maidi, Rif’at, dan Rohman, semuanya warga Desa Tanjung Sejaro. Keluarga masing‑masing korban segera melakukan pemakaman di kampung halaman mereka.

Pengemudi truk Fuso, yang belum teridentifikasi, melarikan diri dari lokasi kejadian menuju arah Jambi sesaat setelah tabrakan. Tim Satlantas Polres Ogan Ilir bersama Regional Head PT Hutama Karya (Persero) Sumatera Bagian Selatan, Arief Yeri Krisnanto, melakukan penyelidikan lebih lanjut. Menurut pernyataan resmi, penyebab utama kecelakaan adalah kurangnya konsentrasi pengemudi pickup serta kemungkinan terjadinya microsleep.

Kerugian materiil akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp 25.000.000, mencakup kerusakan pada pickup, truk, serta infrastruktur jalan di sekitar titik tabrakan. Polisi masih mengusut keberadaan sopir truk yang kabur, dan mengimbau saksi mata untuk memberikan keterangan tambahan.

Kasus ini menambah panjang daftar kecelakaan fatal yang terjadi di jaringan tol Palindra dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah provinsi dan pengelola jalan tol, PT Hutama Karya, berjanji akan meningkatkan pengawasan kecepatan serta menambah pos patroli pada jam-jam rawan, terutama dini hari ketika tingkat kelelahan pengemudi meningkat.

Selain menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, tragedi ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan tol untuk selalu menjaga konsentrasi, menghindari mengemudi dalam keadaan mengantuk, dan mematuhi batas kecepatan yang ditetapkan. Penggunaan fasilitas rest area pada interval tertentu sangat dianjurkan guna mencegah kelelahan yang dapat berujung pada kecelakaan berbahaya.

Dengan berakhirnya proses evakuasi dan penyelidikan sementara, pihak berwenang tetap menuntut keadilan bagi korban serta menegakkan sanksi tegas bagi pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan nyawa. Kecelakaan ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengemudi di Indonesia untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *