Religi

Tragedi Jemaah Haji Tegal Meninggal di Madinah, Sesak Napas Usai Tiba di Bandara

×

Tragedi Jemaah Haji Tegal Meninggal di Madinah, Sesak Napas Usai Tiba di Bandara

Share this article
Tragedi Jemaah Haji Tegal Meninggal di Madinah, Sesak Napas Usai Tiba di Bandara
Tragedi Jemaah Haji Tegal Meninggal di Madinah, Sesak Napas Usai Tiba di Bandara

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Mei 2026 | Jemaah haji asal Tegal, yang berangkat bersama rombongan resmi pemerintah provinsi Jawa Tengah pada bulan Januari 2024, meninggal dunia di Madinah setelah mengalami sesak napas tak lama setelah tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, santri, serta lembaga keagamaan setempat.

Menurut keterangan resmi Kementerian Agama, rombongan yang dipimpin oleh Bapak H. Yusuf, S.Pd., berangkat dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada 12 Januari 2024 dengan pesawat berjenis Boeing 777. Selama penerbangan, tidak ada laporan medis yang signifikan. Setibanya di Jeddah pada pukul 07.45 waktu setempat, salah satu jamaah bernama Ahmad Fadli (45 tahun) melaporkan rasa sesak napas yang berangsur memburuk.

📖 Baca juga:
Arab Saudi Tegaskan Visa Haji Tunggal dan Batasi Akses Mekah, Sambil Pulihkan Jalur Minyak Strategis

Tim medis bandara segera memeriksa Ahmad dan menemukan tanda‑tanda hipoksia ringan. Karena kondisi yang tidak stabil, ia dibawa ke Rumah Sakit King Faisal di Jeddah untuk pemeriksaan lanjutan. Dokter mengindikasikan kemungkinan penyebabnya adalah faktor dehidrasi, perubahan tekanan udara, serta riwayat asma yang belum terkontrol. Meskipun diberikan oksigen suplemental dan terapi bronkodilator, kondisi Ahmad tetap menurun.

  • 12 Jan 2024 – Keberangkatan dari Yogyakarta
  • 12 Jan 2024 – Kedatangan di Jeddah, timbul sesak napas
  • 12 Jan 2024 – Evakuasi ke RS King Faisal
  • 13 Jan 2024 – Ahmad meninggal dunia pada pukul 02.30 Waktu setempat

Pada dini hari 13 Januari, Ahmad dinyatakan meninggal dunia di ruang ICU setelah tim medis tidak menemukan perbaikan signifikan. Dokumen resmi kematian dikeluarkan oleh otoritas Saudi, dengan penyebab resmi “gagal napas akut” yang dipicu oleh komplikasi pernapasan. Keluarga di Tegal, yang menerima kabar duka melalui telepon resmi kedutaan Indonesia di Riyadh, menyatakan keprihatinan mendalam serta mengajukan permohonan klarifikasi lebih lanjut mengenai standar kesehatan selama ibadah haji.

📖 Baca juga:
Kain Putih Melilit Ka’bah: Tanda Musim Haji 2026 Resmi Dimulai dan Persiapan Makkah-Madinah Menyambut Jemaah

Kepala Dinas Penyelenggaraan Haji Kabupaten Tegal, Bapak Suparno, menyampaikan bahwa rombongan tersebut telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan pra‑keberangkatan sesuai prosedur Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa tidak ada keluhan medis serius yang terdeteksi pada saat pemeriksaan medis terakhir di Tegal pada 5 Januari 2024. Namun, Suparno mengakui perlunya peninjauan kembali protokol penanganan jamaah yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Pihak Kementerian Agama sekaligus KBRI Riyadh berjanji akan membantu keluarga almarhum dalam proses pemulangan jenazah serta memberikan pendampingan psikologis. Selain itu, Kementerian Agama berencana menyelenggarakan evaluasi komprehensif terhadap prosedur kesehatan pada rombongan haji, termasuk penambahan pemeriksaan fungsi paru‑paru dan penyediaan fasilitas oksigen darurat di bandara kedatangan.

📖 Baca juga:
Visa Haji 2026 Sudah Keluar, Nusuk Siap Didistribusi, dan Jadwal Asrama Menjelang Keberangkatan

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para calon jamaah haji untuk memastikan kondisi kesehatan optimal sebelum berangkat, serta meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan panjang yang melibatkan perubahan tekanan dan iklim drastis. Masyarakat Tegal diharapkan tetap bersatu dalam doa untuk almarhum Ahmad Fadli serta keluarganya, sekaligus menuntut perbaikan layanan kesehatan agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *