Religi

Puasa 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Hikmah yang Perlu Diketahui

×

Puasa 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Hikmah yang Perlu Diketahui

Share this article
Puasa 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Hikmah yang Perlu Diketahui
Puasa 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Hikmah yang Perlu Diketahui

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 Juni 2026 | Puasa 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amalan ini dikerjakan pada tanggal 10 Muharram dan memiliki keutamaan besar, yaitu menjadi salah satu sarana untuk memohon ampunan Allah SWT atas dosa-dosa setahun yang lalu.

Keutamaan Puasa Asyura dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Qatadah Al-Anshari. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menerangkan bahwa puasa Asyura memiliki pahala yang besar bagi umat Islam yang mengerjakannya dengan ikhlas karena Allah SWT.

📖 Baca juga:
Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Hukum dan Niat

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Sementara itu, sehari sebelumnya yaitu tanggal 9 Muharram, umat Islam juga dianjurkan menjalankan Puasa Tasua. Istilah ‘Asyura’ berasal dari kata Arab ‘asyarah’ yang berarti sepuluh. Adapun ‘Tasua’ berasal dari kata ’tis’ah’ yang berarti sembilan, sesuai dengan tanggal pelaksanaannya.

Anjuran melaksanakan Puasa Tasua dan Asyura bertujuan untuk membedakan praktik ibadah umat Islam dengan tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Sejarah Puasa Asyura berkaitan dengan peristiwa penyelamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

📖 Baca juga:
Mengenal Keutamaan Puasa Muharram dan Cara Melaksanakannya

Bagi umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah sunnah ini, penting untuk memahami pengertian, niat, dan bacaan doa puasa 10 Muharram yang biasa diamalkan pada hari Asyura. Niat puasa Asyura dapat dilafalkan di dalam hati maupun diucapkan secara lisan pada malam hari atau siang hari sebelum waktu Zuhur, dengan syarat tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Adapun bacaan niat puasa Asyura adalah: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى. Artinya: Saya niat puasa sunnah karena Allah Ta’ala. Selain itu, terdapat juga bacaan niat puasa 11 Muharram yang dapat dibaca setelah melaksanakan puasa Asyura.

📖 Baca juga:
Mengenal Hari Tasyrik: Sejarah, Amalan, dan Hikmah di Balik Tiga Hari Istimewa

Keutamaan puasa Asyura antara lain termasuk puasa sunah yang paling utama setelah Ramadan, mendapat keutamaan beribadah di bulan haram, sehari berpuasa bernilai pahala 30 hari, dan menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi. Dengan demikian, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Asyura dan memanfaatkan keutamaan yang ada untuk meningkatkan ketakwaan dan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Kesimpulan, Puasa Asyura merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan memahami pengertian, niat, dan bacaan doa puasa 10 Muharram, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan ikhlas dan memperoleh keutamaan yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *