Pendidikan

ITB Perketat Etika Medsos Mahasiswa Usai Skandal Lagu ‘Erika’ yang Picu Keresahan Publik

×

ITB Perketat Etika Medsos Mahasiswa Usai Skandal Lagu ‘Erika’ yang Picu Keresahan Publik

Share this article
ITB Perketat Etika Medsos Mahasiswa Usai Skandal Lagu 'Erika' yang Picu Keresahan Publik
ITB Perketat Etika Medsos Mahasiswa Usai Skandal Lagu 'Erika' yang Picu Keresahan Publik

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 April 2026 | Institut Teknologi Bandung (ITB) mengumumkan serangkaian langkah tegas untuk memperketat pengawasan etika komunikasi mahasiswa setelah video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT-ITB) yang menyanyikan lagu berjudul “Erika” menjadi viral di media sosial. Lagu tersebut menuai kritik luas karena liriknya dinilai mengandung muatan pelecehan seksual verbal dan merendahkan martabat perempuan.

Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N. Nurlaela Arief, menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperkuat budaya etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal. “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga aman dan sehat secara sosial,” ujar Nurlaela dalam konferensi pers di Bandung.

📖 Baca juga:
Jennifer Bachdim Bikin Geger! 10 Potret Coach Energi di Acara WWJ Bandung

HMT-ITB telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan mengakui bahwa konten yang beredar tidak mencerminkan nilai-nilai akademik. Seluruh video dan audio terkait telah diupayakan untuk diturunkan dari kanal resmi maupun akun terafiliasi. Organisasi mahasiswa juga menegaskan tidak membenarkan tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok mana pun.

Langkah konkret yang diambil ITB meliputi:

  • Penguatan Literasi Media Sosial: Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama) memperluas kampanye etika dengan materi tentang penggunaan media sosial secara kritis dan santun, termasuk etika pesan singkat dan tata cara berpenampilan di lingkungan kampus.
  • Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK): Satgas yang beroperasi di seluruh kampus ITB (Ganesha, Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta) menyediakan kanal konsultasi dan pelaporan bagi warga kampus yang mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan.
  • Integrasi Materi PPKS: Materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) kini menjadi wajib dalam program pembinaan mahasiswa baru, guna menumbuhkan kesadaran sejak dini.
  • Evaluasi Internal: Kampus melakukan peninjauan menyeluruh terhadap standar dan pedoman kegiatan organisasi mahasiswa untuk memastikan keselarasan dengan nilai etika yang berkembang.

Video “Erika” sendiri merupakan bagian dari tradisi internal HMT-ITB sejak era 1980-an. Meskipun lagu tersebut bukan karya baru, liriknya yang berisi unsur seksis dan objektifikasi perempuan dianggap tidak relevan dengan norma sosial saat ini. Beberapa potongan lirik yang beredar antara lain menggambarkan perempuan sebagai objek seksual dengan bahasa vulgar, memicu kemarahan warganet dan menimbulkan keresahan publik.

📖 Baca juga:
6 Pelajar Jadi Tersangka dalam Kasus Pengeroyokan SMAN 5 Bandung, Wali Kota Janji Pendampingan

Selain “Erika”, video lain yang memuat lagu “25 Karat” juga teridentifikasi mengandung muatan serupa. Kedua lagu tersebut menambah tekanan pada pihak kampus untuk mengambil tindakan tegas. Dalam pernyataan resmi, HMT-ITB mengakui kelalaian dalam menampilkan lagu tersebut di tengah perubahan norma sosial yang berkembang.

ITB menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelecehan verbal dalam bentuk apa pun, baik di ruang digital maupun di lingkungan akademik. Kebijakan baru mencakup sanksi disiplin bagi mahasiswa yang melanggar etika komunikasi, serta pelatihan wajib tentang kebijakan anti‑kekerasan bagi seluruh civitas akademika.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif, mengurangi potensi terulangnya insiden serupa, dan memberikan contoh bagi institusi pendidikan tinggi lainnya. Dengan mengintegrasikan edukasi etika sejak dini dan menyediakan mekanisme pelaporan yang responsif, ITB berusaha menegakkan standar moral yang tinggi dalam komunitasnya.

📖 Baca juga:
Dedi Mulyadi Usulkan Underpass Pasteur, Solusi Praktis Atasi Kemacetan Bandung

Kesimpulannya, skandal lagu “Erika” menjadi pemicu perubahan signifikan dalam kebijakan komunikasi ITB. Perluasan kampanye etika, pembentukan satgas khusus, serta penegakan sanksi disiplin menegaskan komitmen universitas untuk menolak segala bentuk pelecehan verbal dan menciptakan lingkungan kampus yang aman serta beradab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *