Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Mei 2026 | Penjualan BYD domestik mengalami penurunan yang signifikan selama delapan bulan berturut-turut, sementara ekspor perusahaan justru melesat tajam pada kuartal pertama 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa pada April 2026, penjualan di pasar China hanya mencapai 314.100 unit, turun 15,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara kumulatif sejak Januari, penjualan domestik mencapai 1.003.039 unit, melambat 26,4% dari tahun lalu.
Berbagai faktor melatarbelakangi kemerosotan penjualan di dalam negeri. Musim libur Imlek yang panjang mengurangi permintaan konsumen, sementara pemotongan insentif pemerintah untuk kendaraan listrik menambah tekanan pada produsen. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) secara nasional menurunkan daya beli konsumen, meski hal ini seharusnya mendorong perpindahan ke mobil listrik.
Di sisi lain, ekspor BYD mencatatkan pertumbuhan luar biasa. Pada bulan April, perusahaan mengirimkan lebih dari 134.000 unit kendaraan ke pasar internasional, meningkat 70,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari hingga April, total ekspor mencapai 455.707 unit, naik 59,8% YoY. Angka ini menjadikan kontribusi pasar luar negeri sekitar 42,8% dari total volume penjualan bulanan BYD.
Keberhasilan ekspor tidak hanya terbatas pada model penumpang standar. Anak perusahaan BYD, Fang Cheng Bao, yang fokus pada segmen off‑road, melaporkan pertumbuhan penjualan 190,2% dengan 29.138 unit terjual pada April. Merek premium Denza, bagaimanapun, mengalami penurunan 26,9% dengan penjualan hanya 11.250 unit, sedangkan merek kelas atas Yangwang mencatat kenaikan 95,6% dengan 264 unit terjual.
Strategi BYD menargetkan penjualan 1,5 juta kendaraan di luar negeri pada akhir tahun 2026. Untuk mencapainya, perusahaan meningkatkan produksi di pabrik-pabrik internasional, termasuk fasilitas di Thailand yang mengekspor langsung ke pasar Asia Tenggara dan Eropa. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah China yang mendorong produsen mobil listrik untuk mengurangi ketergantungan pada pasar domestik yang mulai jenuh.
Berikut rangkuman data kunci penjualan BYD pada kuartal pertama 2026:
| Parameter | Januari‑April 2026 | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| Penjualan domestik (unit) | 1.003.039 | -26,4% |
| Penjualan ekspor (unit) | 455.707 | +59,8% |
| Ekspor April (unit) | 134.000+ | +70,9% |
| Fang Cheng Bao (unit) | 29.138 | +190,2% |
| Denza (unit) | 11.250 | -26,9% |
| Yangwang (unit) | 264 | +95,6% |
Dengan tekanan pada penjualan domestik, BYD berupaya memperkuat jaringan distribusi di luar negeri dan menyesuaikan portofolio produk untuk memenuhi selera pasar regional. Pengembangan model berkapasitas baterai tinggi serta teknologi pengisian cepat menjadi fokus utama, terutama untuk memenuhi standar regulasi emisi di Uni Eropa.
Secara keseluruhan, dinamika penjualan BYD pada awal tahun 2026 mencerminkan pergeseran strategis perusahaan dari ketergantungan pada pasar China ke orientasi global yang lebih luas. Jika tren ekspor terus berlanjut, BYD berpotensi menyeimbangkan penurunan penjualan domestik dan mempertahankan pertumbuhan laba di tengah volatilitas harga energi dunia.











