HUKUM

TNI Evakuasi Korban Penembakan di Yahukimo Papua, Diganggu OPM

×

TNI Evakuasi Korban Penembakan di Yahukimo Papua, Diganggu OPM

Share this article
TNI Evakuasi Korban Penembakan di Yahukimo Papua, Diganggu OPM
TNI Evakuasi Korban Penembakan di Yahukimo Papua, Diganggu OPM

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 Juli 2026 | Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi dua jenazah warga sipil yang diduga menjadi korban aksi kekerasan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI/Yahukimo di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Evakuasi tersebut sempat diwarnai kontak tembak dengan kelompok bersenjata di sekitar lokasi. Menurut Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan medan pegunungan, cuaca, debit sungai, serta situasi keamanan di lokasi.

📖 Baca juga:
Skandal ASN Terima Honor 900 Kali Setahun, Kemendagri Didesak Bongkar Kasus

Saat tim bergerak menuju lokasi, keberadaan kelompok yang disebut sebagai OPM terdeteksi, sehingga terjadi kontak tembak. Setelah situasi dinyatakan aman, dua jenazah korban dievakuasi ke RSUD Dekai untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.

Koops TNI Habema menyatakan seorang perempuan dari Suku Unaukam hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Berdasarkan laporan lapangan, satu orang yang diduga anggota OPM dilaporkan tewas, sementara seluruh personel TNI disebut tidak ada yang menjadi korban.

Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, dan menegaskan perlindungan terhadap warga akan terus menjadi prioritas.

📖 Baca juga:
Don Ritto Ditahan Kejagung, Kuasa Hukum Mengaku Syok

Insiden penembakan itu diduga terjadi pada Senin, 20 Juli 2026, dan dilaporkan bahwa tiga warga sipil, termasuk sepasang suami istri dan seorang perempuan dari Suku Unaukam, menjadi korban kekerasan OPM.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga mengungkap adanya dugaan kekerasan dan intimidasi yang dialami Okto Tigau sebelum ditemukan meninggal dunia di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Dalam laporannya, Komnas HAM menyebutkan bahwa Okto Tigau dan seorang saksi berinisial YL diduga mengalami penganiayaan saat diperiksa oleh sejumlah oknum anggota TNI di Pos Satgas Rajawali 4.

📖 Baca juga:
Bareskrim Polri Tindak Tegas Anggota yang Terlibat Narkoba, PTDH Menanti

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang terjadi di Papua, dan menimbulkan keprihatinan atas situasi keamanan dan hak asasi manusia di daerah tersebut.

Perlindungan terhadap masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas, demikian disampaikan oleh Pangkoops TNI Habema.

Kasus ini memperlihatkan kompleksitas situasi keamanan di Papua dan perlunya upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang hak asasi manusia serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di daerah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *