HUKUM

Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Diamankan Setelah Melarikan Diri

×

Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Diamankan Setelah Melarikan Diri

Share this article
Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Diamankan Setelah Melarikan Diri
Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Diamankan Setelah Melarikan Diri

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Mei 2026 | Kasus pencabulan santriwati di Pati kembali mencuat setelah tersangka yang juga pengurus pesantren di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, diamankan polisi. Tersangka yang berinisial AS (51) dilaporkan melakukan pencabulan terhadap seorang santriwati sebanyak 10 kali dalam rentang waktu tahun 2020 sampai 2024.

Menurut Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi, perbuatan tersebut dilakukan di 10 lokasi berbeda. Sebelumnya, AS berusaha melarikan diri dari rumahnya di Pati setelah ditetapkan sebagai tersangka. Informasi dari pihak keluarga, AS sempat muncul di sebuah kegiatan di Kabupaten Kudus dan sempat pergi keluar Jawa Tengah hingga ke Bogor, Jawa Barat.

📖 Baca juga:
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Lelang Proyek Kereta oleh Bupati Pati Sudewo

Polisi membutuhkan waktu tiga hari untuk mengejar AS. Jejak AS sebelumnya sempat terdeteksi di Kudus, Bogor, hingga Solo. AS akhirnya diamankan di Kabupaten Wonogiri setelah melakukan pelarian. Kasus pencabulan yang dilakukan AS telah dilaporkan ke pihak kepolisian sejak tahun 2024 lalu.

Sementara itu, di Kendari, oknum TNI yang diduga melakukan pencabulan terhadap siswi SD juga diburu tim gabungan dari Korem 143/Haluoleo, Kodim 1417/Kendari, dan Polresta Kendari. Oknum TNI tersebut sempat memanfaatkan celah prosedur untuk melarikan diri dari markas dan kini resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

📖 Baca juga:
Supriadi Dipindah ke Lapas Maximum Security Nusakambangan Usai Viral Ngopi di Coffee Shop Kendari

Kasus-kasus pencabulan tersebut menimbulkan kekhawatiran dan kemarahan di masyarakat. Pihak kepolisian dan TNI harus serius menangani kasus-kasus tersebut dan membawa pelaku ke pengadilan. Korban dan keluarga mereka juga membutuhkan perlindungan dan dukungan dari pihak berwenang.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus-kasus pencabulan terhadap anak-anak dan perempuan semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mencegah kasus-kasus tersebut. Pendidikan dan kesadaran akan pentingnya menjaga anak-anak dan perempuan dari kekerasan seksual harus ditingkatkan.

📖 Baca juga:
Oknum TNI Akurasi Video Viral: Bentrok di Warung Kemayoran Karena Admin QRIS

Kesimpulan, kasus-kasus pencabulan terhadap santriwati di Pati dan siswi SD di Kendari menunjukkan bahwa kekerasan seksual masih menjadi masalah serius di Indonesia. Pihak kepolisian dan TNI harus serius menangani kasus-kasus tersebut dan membawa pelaku ke pengadilan. Masyarakat juga harus terlibat dalam mencegah kasus-kasus tersebut dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang pentingnya menjaga anak-anak dan perempuan dari kekerasan seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *