HUKUM

Rumah Eks Wamen Emas Digerebek, Polisi Temukan 375 Kg Emas Batangan

×

Rumah Eks Wamen Emas Digerebek, Polisi Temukan 375 Kg Emas Batangan

Share this article
Rumah Eks Wamen Emas Digerebek, Polisi Temukan 375 Kg Emas Batangan
Rumah Eks Wamen Emas Digerebek, Polisi Temukan 375 Kg Emas Batangan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Juli 2026 | Dalam sebuah operasi besar-besaran, polisi menggerebek rumah mantan Wakil Menteri Perminyakan bidang Pengolahan, Adnan Al Jumaili, dan menemukan 375 kg emas batangan yang diduga terkait dengan kasus korupsi.

Menurut Hakim Dhia Jafar dari Pengadilan Pidana Antikorupsi Pusat, 358 kg logam mulia tersebut diamankan dalam sebuah operasi yang melibatkan otoritas wilayah Kurdistan, di bawah pengawasan Ketua Dewan Kehakiman Tertinggi, Faiq Zidan.

📖 Baca juga:
KPK Tangkap 5 ASN BPK Terkait Kasus Dugaan Suap Bupati Muara Enim

Sementara itu, sebanyak 17 kg tambahan disita dalam penyelidikan terpisah pada hari yang sama. Rincian mengenai operasi tersebut tidak diungkapkan.

Adnan Al Jumaili merupakan mantan Wakil Menteri Perminyakan bidang Pengolahan Irak. Menteri Komunikasi Mustafa Sanad menggambarkan Al Jumaili sebagai ‘paus’ Kementerian Perminyakan dan menuduhnya sebagai penyandang dana partai politik.

Sanad menuduh Al Jumaili menggelapkan dana dari kilang minyak di Beiji, Doura, Maysan, dan Shuaiba. ‘Dia tidak sendirian, dia memiliki koneksi yang luas dan telah membangun jaringan patronase untuk melayani beberapa politisi senior dan partai politik,’ katanya.

Dalam kasus lain, rumah bos toko emas di Wonokromo, Surabaya, juga menjadi sasaran perampokan. Pelaku perampokan tersebut masih belum tertangkap dan polisi kini terbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Wasito Adi saat dikonfirmasi membenarkan pelaku masih dalam pengejaran atau masih belum tertangkap. ‘Belum, masih DPO. Untuk pelaku sudah teridentifikasi,’ kata Wasito.

Wasito menambahkan, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan yang menyasar rumah bos toko emas pada Kamis (21/5). Dalam kejadian itu, pelaku juga menganiaya tiga orang lansia.

📖 Baca juga:
Budi Prasetyo Buka Suara: Laporan Polisi Tak Akan Menghalangi Penindakan Korupsi 11 Kepala Daerah

Pelaku berinisial I ini tergolong licin. Sebab, pihak kepolisian juga telah melakukan pengejaran pelaku di tiga lokasi berbeda yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku.

Namun, dilakukan penangkapan tiga lokasi belum tertangkap. Kami terbitkan DPO, ungkap Wasito.

Terpisah dari kasus tersebut, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menilai keberhasilan Anggie Intania Chalik meraih medali emas pada Kejuaraan Tinju Asia U-19 dan U-23 2026 menjadi sinyal positif kebangkitan tinju Indonesia di level internasional.

Menurut Okto, sapaan Raja Sapta Oktohari, prestasi tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak petinju Indonesia yang mampu bersaing di ajang-ajang internasional, termasuk Asian Games, Asian Indoor Martial Arts Games, hingga SEA Games.

‘Selamat untuk Anggie. Prestasi ini saya harapkan menjadi awal yang baik untuk menghadapi berbagai ajang internasional berikutnya,’ ujar Okto usai menyaksikan pertandingan final di Hall A Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dalam waktu dekat kita akan menghadapi Asian Games, Asian Indoor Martial Arts Games, hingga SEA Games. Semua ajang tersebut membutuhkan prestasi, dan saya berharap tinju kembali menjadi salah satu cabang olahraga yang bisa menyumbangkan hasil terbaik bagi Indonesia, sambungnya.

📖 Baca juga:
Skandal Sel VVIP Rp60 Juta: 3 Petugas Lapas Blitar Dicopot Usai Terbongkar Jual Sel Mewah ke Tahanan Tipikor

Terakhir, insiden Hotel Sultan berujung Wamensesneg berkursi roda. Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto mengalami luka-luka usai terkena lemparan batu saat ricuhnya eksekusi Hotel Sultan Jakarta beberapa waktu lalu.

Bahkan, kata dia, Bambang Eko sampai harus menggunakan kursi roda karena luka-luka tersebut. Hal ini disampaikan Prasetyo saat menghadiri rapat bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (15/7/2026), di mana wakil menterinya tak bisa menghadiri rapat bersama DPR.

Pemerintah butuh dukungan dalam penyelamatan aset negara meski banyak tantangan. Prasetyo menyebut pihaknya kerap menghadapi tantangan saat berjuang mengambil alih aset negara dari pihak yang tak berwenang memilikinya.

Kesimpulan, dalam beberapa kasus terakhir, Indonesia dihadapkan pada berbagai masalah, mulai dari kasus korupsi, perampokan, hingga insiden Hotel Sultan. Namun, dengan kerja keras dan dukungan dari masyarakat, Indonesia dapat menghadapi tantangan tersebut dan menuju kearah yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *