Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 Juli 2026 | Richard Lee, dokter kecantikan yang juga merupakan konten kreator, kembali menghadapi persidangan kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang dilaporkan oleh Dokter Detektif (Doktif). Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Richard Lee menyampaikan pandangannya mengenai dasar laporan yang dia nilai tidak memiliki pijakan yang kuat.
Menurut Richard Lee, terdapat sejumlah fakta yang terungkap selama persidangan yang justru memperlihatkan adanya kejanggalan dalam proses hukum tersebut. Ia menilai temuan-temuan itu semakin menguatkan keyakinannya bahwa laporan terhadap dirinya tidak berdiri di atas dasar yang kuat.
Richard Lee menjelaskan bahwa kejanggalan pertama yang ia soroti berkaitan dengan status pelapor, Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif). Menurutnya, Doktif tidak memiliki platform resmi yang menjadi dasar untuk melakukan pelaporan.
Ia kemudian menyoroti poin kedua yang menurutnya juga terungkap dalam persidangan, yakni tidak adanya pihak yang menjadi korban akibat dugaan pelanggaran yang dituduhkan kepadanya. Richard Lee menduga laporan muncul karena persaingan bisnis dengan pelapor yang bergerak di bidang yang sama.
Dalam persidangan, saksi dari pihak Doktif, dr. Nanang, mengakui bahwa aktivitas live streaming yang dilakukan di media sosial bersama Doktif juga memberikan keuntungan finansial. Namun, Richard Lee mempertanyakan etika di balik konten yang menurutnya kerap mengkritik produk-produk kecantikan yang telah memiliki izin resmi dari BPOM.
Tim kuasa hukum Richard Lee juga menyoroti adanya inkonsistensi keterangan saksi mengenai waktu kejadian unboxing. Terdapat perbedaan tanggal antara keterangan satu saksi dengan saksi lainnya, yang dinilai tidak sesuai dengan isi dakwaan yang disusun oleh Jaksa.
Richard Lee menilai perkara yang menjeratnya tidak hanya berkaitan dengan regulasi kesehatan atau perizinan produk. Ia menduga terdapat unsur persaingan bisnis yang tidak sehat di balik laporan yang dilayangkan terhadap dirinya.
Kesimpulan dari persidangan ini menunjukkan bahwa Richard Lee semakin yakin bahwa laporan terhadap dirinya tidak berdasar dan memiliki motif persaingan bisnis yang tidak sehat. Ia tetap siap menghadapi proses hukum dan membuka semua fakta yang menurutnya belum diketahui publik.











