Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 Juli 2026 | Hotman Paris, seorang pengacara kondang di Indonesia, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah memutuskan menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Keputusan ini memicu berbagai reaksi, tidak hanya dari netizen, tetapi juga dari lingkaran internalnya sendiri, yaitu anaknya, Frank Alexander Hutapea.
Frank Alexander Hutapea terpantau melayangkan sindiran menohok terhadap ayahnya melalui media sosial. Ia menganggap keputusan Hotman Paris untuk menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah sebagai bentuk pencitraan. Frank juga menyentil ayahnya soal momen pernikahan adik bungsunya, Fritz Hutapea, dengan mengatakan bahwa Hotman Paris tidak mau menerima uang dari acara pernikahan tersebut.
Respons mengejutkan ini kemudian dibalas oleh Hotman Paris dengan memamerkan pencapaiannya kepada sang anak. Namun, di balik dinamika hubungan mereka yang belakangan menjadi perhatian publik, ternyata ada kebiasaan Hotman Paris di media sosial yang membuat ketiga anaknya memilih mengambil langkah unik, yakni berhenti mengikuti akun Instagram sang ayah.
Fakta ini diungkap langsung oleh putra bungsu Hotman Paris, Fritz Hutapea, saat berbincang dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Melaney Ricardo. Fritz mengakui bahwa bukan hanya dirinya, tetapi juga kedua kakaknya, Frank Alexander Hutapea dan Felicia Hutapea, sudah lama melakukan unfollow terhadap akun Instagram ayah mereka.
Awal mula ketegangan antara Hotman Paris dan anak-anaknya ternyata bukan hanya karena kasus korupsi mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Frank Alexander Hutapea membongkar bahwa ayahnya sering melakukan pencitraan, termasuk dalam kasus program bantuan hukum gratis @hotman911official yang bermotto “Pengais Keadilan”. Frank menilai program kemanusiaan tersebut hanya alat marketing Hotman Paris.
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat juga menyesalkan pernyataan Hotman Paris yang dinilai merendahkan jurnalis selama konferensi pers terkait kasus mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Kejaksaan Agung. Mereka meminta agar Hotman Paris menghormati profesi wartawan dan meminta maaf atas pernyataannya yang merendahkan.
Kesimpulan dari seluruh peristiwa ini adalah bahwa keputusan Hotman Paris untuk menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah memicu berbagai reaksi, tidak hanya dari netizen, tetapi juga dari lingkaran internalnya sendiri. Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya menghormati profesi wartawan dan menjaga etika dalam setiap interaksi di ruang publik.









