Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 27 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Kurs jual dolar AS di beberapa bank nasional, seperti BCA dan BNI, bahkan menembus level Rp 17.800. Menurut analis, tekanan terhadap rupiah disebabkan oleh kombinasi sentimen eksternal, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran tentang defisit anggaran Indonesia.
Meskipun harga minyak dunia mengalami penurunan, hal tersebut belum mampu mendorong sentimen positif terhadap rupiah. Pengamat ekonomi, Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa permasalahan defisit anggaran masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Selain itu, pidato Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan ekspor komoditas melalui satu pintu (DSI) juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor global.
Sementara itu, investasi syariah mulai menarik perhatian masyarakat. Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), seperti ST016, menawarkan alternatif investasi yang menguntungkan dan berdampak positif bagi pasar keuangan Indonesia. ST016 memiliki tingkat imbalan yang mengambang dengan floor sebesar 6,05% per tahun untuk tenor 2 tahun dan 6,25% per tahun untuk tenor 4 tahun.
Untuk mengatasi melemahnya rupiah, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan investor dan memperbaiki fundamental ekonomi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membantu memperkuat rupiah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.











