Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 Mei 2026 | Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami melemah, yang berdampak pada berbagai sektor ekonomi Indonesia. Menurut Ircham Andrianto Taufick, kondisi ekonomi saat ini berbeda dengan krisis moneter 1998. Namun, tekanan akibat pelemahan rupiah masih dirasakan oleh berbagai pelaku industri.
BYD, salah satu produsen mobil listrik di Indonesia, masih mempertahankan harga jual mobil listriknya meskipun terdapat tekanan biaya akibat kurs. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan mendukung perkembangan industri otomotif nasional.
Sementara itu, pengembang properti mulai mengusulkan kenaikan harga rumah subsidi akibat pembengkakan biaya konstruksi. Volatilitas rupiah telah memicu lonjakan biaya khusus pada struktur bangunan, terutama komoditas material alam yang melonjak hingga 50%.
Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga menjadi 5,25% untuk menjaga stabilitas rupiah. Namun, kebijakan ini dapat berdampak pada perekonomian riil, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada pinjaman bank.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan stabilitas ekonomi dan menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, pemerintah dan pelaku ekonomi dapat bekerja sama untuk menghadapi tantangan ekonomi saat ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.











