Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Juli 2026 | Penyaluran bantuan sosial (bansos) oleh pemerintah merupakan upaya untuk meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu. Salah satu program bansos yang penting adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Memasuki Juli 2026, masyarakat yang terdaftar sebagai penerima bansos dapat mengecek status penyalurannya secara online menggunakan NIK KTP.
PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dan rentan. Sementara itu, BPNT merupakan program pengembangan dari bantuan pangan non-tunai dengan penambahan nilai bantuan dan jenis bahan pangan. Kedua program ini ditujukan bagi masyarakat dari kalangan keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
Untuk mengecek status penerimaan bansos PKH dan BPNT, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara online melalui situs resmi Cek Bansos atau aplikasi Cek Bansos. Melalui situs resmi, masyarakat dapat memilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa atau kelurahan, lalu memasukkan nama sesuai dengan KTP. Sementara itu, aplikasi Cek Bansos dapat diunduh di Google Play Store atau App Store, dan masyarakat dapat membuat akun baru untuk melakukan pengecekan.
Besaran dana yang diterima oleh penerima manfaat PKH disesuaikan dengan kategori, seperti ibu hamil, anak usia dini, siswa SD, siswa SMP, siswa SMA, penyandang disabilitas berat, lansia usia 60 tahun ke atas, dan korban pelanggaran HAM berat. Sementara itu, besaran dana BPNT adalah Rp200.000 per bulan. Dana PKH dan BPNT dapat dicairkan sekaligus sesuai dengan periode penyaluran yang telah ditetapkan.
Jadwal pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT terbagi menjadi empat tahap, yaitu Januari-Maret, April-Juni, Juli-September, dan Oktober-Desember. Masyarakat perlu mengecek status penyaluran secara berkala karena jadwal pencairan dana di tiap wilayah memiliki kemungkinan berbeda.
Dalam melakukan pengecekan, masyarakat perlu berhati-hati terhadap hoaks yang beredar di media sosial. Beberapa hoaks mengenai pendaftaran bansos PKH telah terdeteksi, dan masyarakat perlu memastikan bahwa informasi yang diterima berasal dari sumber resmi pemerintah.
Dengan memanfaatkan teknologi, pemerintah berupaya meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam penyaluran bantuan sosial. Masyarakat dapat memantau status penyaluran bansos dengan mudah dan cepat, sehingga dapat memaksimalkan manfaat dari program bansos tersebut.
Kesimpulan, pengecekan status penerimaan bansos PKH dan BPNT dapat dilakukan secara online melalui situs resmi atau aplikasi Cek Bansos. Masyarakat perlu berhati-hati terhadap hoaks dan memastikan bahwa informasi yang diterima berasal dari sumber resmi pemerintah. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan program bansos dengan efektif dan memaksimalkan kesejahteraan keluarga.











