Ekonomi

Purbaya Tegaskan: Saldo Anggaran Lebih Rp420 Triliun Masih Utuh, Klaim Rp120 Triliun Hanya Hoaks

×

Purbaya Tegaskan: Saldo Anggaran Lebih Rp420 Triliun Masih Utuh, Klaim Rp120 Triliun Hanya Hoaks

Share this article
Purbaya Tegaskan: Saldo Anggaran Lebih Rp420 Triliun Masih Utuh, Klaim Rp120 Triliun Hanya Hoaks
Purbaya Tegaskan: Saldo Anggaran Lebih Rp420 Triliun Masih Utuh, Klaim Rp120 Triliun Hanya Hoaks

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 April 2026 | Jakarta, CNN Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi secara tegas sebuah pemberitaan yang menyebutkan bahwa kas negara yang berada dalam Saldo Anggaran Lebih (SAL) hanya tersisa Rp120 triliun. Dalam konferensi pers yang digelar di gedung Bursa Efek Indonesia, Purbaya menegaskan bahwa dana SAL sebesar Rp420 triliun tetap utuh dan belum dipakai untuk membiayai belanja negara.

Menurut Purbaya, dana SAL memang mengalami perpindahan, tetapi bukan berarti berkurang. “Dari total dana SAL Rp420 triliun, saya telah memindahkan sekitar Rp300 triliun dari Bank Indonesia ke bank umum. Dana tersebut masih berada dalam bentuk simpanan seperti deposito,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa seluruh dana SAL masih berada dalam rekening resmi, sehingga tidak ada risiko penurunan likuiditas atau gangguan pada keuangan negara.

📖 Baca juga:
Kredit Baru Melambat di Triwulan I 2026: BI Ungkap Penyebab dan Dampaknya pada Ekonomi Indonesia

Perpindahan dana tersebut dilakukan sebagai langkah optimalisasi likuiditas. Purbaya menjelaskan bahwa memindahkan dana dari Bank Indonesia ke bank umum memberi fleksibilitas lebih dalam mengelola kas negara, terutama untuk menanggapi kebutuhan mendadak tanpa harus mengganggu saldo utama yang masih disimpan di BI. “Uang saya SAL masih utuh Rp420 triliun. Media tidak mengerti apa yang saya kerjakan. Jadi, mereka harus belajar lagi yang betul sebelum menyebarkan berita negatif,” ujarnya dengan nada tegas.

Media yang dimaksud Purbaya adalah sebuah outlet nasional yang memberitakan bahwa sisa kas negara hanya Rp120 triliun. Menurutnya, laporan tersebut keliru karena tidak memperhitungkan fakta perpindahan dana ke bank umum. “Tidak usah dibawa ke Dewan Pers. Orang bodoh ngapain diajarin lagi. Kan sudah saya jelaskan berkali‑kali, itu tidak dipakai yang Rp120 triliun,” kata Purbaya, menolak kemungkinan tindakan hukum atau administratif lebih lanjut.

Purbaya menekankan bahwa SAL tetap menjadi alternatif terakhir dalam menjaga ketahanan keuangan negara. Selama situasi ekonomi masih dipengaruhi oleh fluktuasi global, menjaga cadangan likuiditas yang besar menjadi prioritas. “SAL masih menjadi safety net. Kami tidak akan menggunakannya kecuali memang sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas fiskal,” tambahnya.

📖 Baca juga:
Rupiah Tertekan: Risiko Fiskal, Swap USDT, Rating Fitch, dan Harga Kelapa Sawit Mengguncang Ekonomi Indonesia

Penggunaan SAL memang diatur dalam Undang‑Undang Keuangan Negara, yang menyatakan bahwa dana tersebut hanya boleh diaktifkan bila kondisi makroekonomi mengharuskan. Oleh karena itu, penjelasan Purbaya selaras dengan kerangka regulasi yang ada. Ia menegaskan pula bahwa tidak ada alokasi dana SAL ke proyek apapun hingga kini.

Selain menanggapi isu SAL, Purbaya juga menyinggung tentang upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi anggaran. Ia menyebutkan bahwa pemerintah tengah melakukan reformasi struktural pada belanja publik, termasuk optimalisasi belanja sosial dan investasi infrastruktur. “Kami terus meninjau setiap pos anggaran untuk memastikan tidak ada pemborosan. SAL hanyalah cadangan, bukan dana operasional,” pungkasnya.

Para pengamat ekonomi menilai pernyataan Purbaya sebagai upaya menjaga kepercayaan publik. Menurut mereka, klarifikasi cepat dan transparan sangat penting untuk menghindari kepanikan di pasar keuangan. “Jika masyarakat atau investor mengira kas negara menipis, itu dapat memicu penurunan kepercayaan dan berimbas pada nilai tukar atau harga obligasi negara,” ujar seorang analis senior di sebuah lembaga riset.

📖 Baca juga:
Bunga Kredit Bank Terlambat Turun Meski BI Rate Dipangkas, Apa Penyebabnya?

Secara keseluruhan, pernyataan Purbaya menegaskan bahwa kondisi keuangan negara tetap kuat, dengan SAL sebesar Rp420 triliun yang masih utuh. Klaim bahwa hanya tersisa Rp120 triliun dinilai sebagai hoaks yang dapat menimbulkan persepsi negatif. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus menjaga stabilitas fiskal dan mengelola dana publik secara bertanggung jawab.

Dengan penjelasan yang detail, diharapkan publik dan media dapat lebih memahami realitas keuangan negara serta menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *