Ekonomi

Rupiah Mengalami Fluktuasi, Dolar AS Melemah di Hadapan Rupiah ke Rp 17.946

×

Rupiah Mengalami Fluktuasi, Dolar AS Melemah di Hadapan Rupiah ke Rp 17.946

Share this article
Rupiah Mengalami Fluktuasi, Dolar AS Melemah di Hadapan Rupiah ke Rp 17.946
Rupiah Mengalami Fluktuasi, Dolar AS Melemah di Hadapan Rupiah ke Rp 17.946

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami fluktuasi pada perdagangan Jumat (12/6/2026) pagi. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.946 per dolar AS, menguat 42 poin atau 0,23 persen dibanding penutupan sebelumnya.

Analis Pasar Uang, Lukman Leong, menyatakan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Sentimen eksternal dan domestik dinilai masih mendukung pergerakan mata uang Garuda.

📖 Baca juga:
Ketika Ekonomi Goyang, Investasi Emas Tetap Jadi Pilihan Aman atau Risiko?

Optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menopang rupiah. Menurutnya, pasar merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat.

Harapan tercapainya kesepakatan tersebut dinilai dapat mengurangi kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik global. Dari dalam negeri, sentimen positif juga masih cukup kuat. Investor menaruh ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan tekanan inflasi impor.

Selain itu, kabar mengenai potensi pengurangan kembali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut dipandang positif oleh pelaku pasar karena berpotungi mengurangi tekanan terhadap fiskal pemerintah. Meski demikian, Lukman menilai pelaku pasar tetap akan mencermati perkembangan aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini.

Jika situasi berlangsung kondusif, dampaknya terhadap pasar keuangan diperkirakan terbatas. Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

📖 Baca juga:
Indonesia Amankan 150 Juta Barel Minyak Rusia dengan Harga Khusus, Strategi Baru Menghadapi Gejolak Energi Global

Kurs rupiah terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang menerapkan tarif impor terhadap Kanada, Meksiko, dan China. Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang, memperkirakan bahwa rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS pada hari Senin, 3 Februari 2025.

Ia memprediksi bahwa nilai tukar rupiah akan berada di kisaran 16.300 hingga 16.360. Prediksi ini berkaitan dengan kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang menerapkan tarif impor terhadap Kanada, Meksiko, dan China.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh sentimen pasar yang menyambut baik kenaikan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada Selasa, yang bertujuan untuk menstabilkan rupiah setelah berulang kali mencapai rekor terendah.

Kenaikan suku bunga acuan juga membantu pemerintah dalam lelang obligasi bertenor 10 tahun, dengan bunga obligasi 7,4 persen sehingga investor asing maupun domestik diharapkan bisa kembali menyerbu lelang Surat Utang Negara (SUN).

📖 Baca juga:
IHSG Tergelincir ke Zona Merah Usai Pengumuman Terbaru MSCI: Penurunan 0,59% dan Dampak Sektor

Kepercayaan semakin diperkuat oleh janji dana kekayaan negara Danantara untuk tidak mengambil margin keuntungan pada ekspor komoditas strategis dan untuk menghormati kontrak yang ada di bawah kerangka sentralisasi baru.

Menurut Ibrahim, kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal ekspor komoditas strategis dirancang untuk memperkuat tata kelola, menjamin kepastian hukum, dan mengoptimalkan penerimaan negara tanpa mengganggu kelangsungan bisnis eksportir.

Langkah ini diharapkan mampu meredam volatilitas ekonomi dengan mengedepankan transparansi. Dengan demikian, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan terus mengalami fluktuasi, namun dengan sentimen positif yang mendukung, rupiah diprediksi akan menguat di masa depan.

Kesimpulan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami fluktuasi pada perdagangan Jumat (12/6/2026) pagi, dengan rupiah dibuka di level Rp17.946 per dolar AS, menguat 42 poin atau 0,23 persen dibanding penutupan sebelumnya. Sentimen eksternal dan domestik dinilai masih mendukung pergerakan mata uang Garuda, dengan optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan sentimen positif dari dalam negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *