Ekonomi

Krisis Industri Baja di Indonesia: PT Krakatau Osaka Steel Tutup, Apa yang Terjadi?

×

Krisis Industri Baja di Indonesia: PT Krakatau Osaka Steel Tutup, Apa yang Terjadi?

Share this article
Krisis Industri Baja di Indonesia: PT Krakatau Osaka Steel Tutup, Apa yang Terjadi?
Krisis Industri Baja di Indonesia: PT Krakatau Osaka Steel Tutup, Apa yang Terjadi?

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Mei 2026 | Industri baja di Indonesia saat ini menghadapi krisis yang serius. Penutupan PT Krakatau Osaka Steel (KOS) merupakan salah satu contoh nyata dari krisis ini. KOS, yang merupakan joint venture antara PT Krakatau Steel dan Osaka Steel Co dari Jepang, memutuskan untuk melakukan penutupan penuh pada bulan Juni setelah sebelumnya menghentikan operasional pada bulan April.

Keputusan penutupan ini diambil karena perusahaan telah mengalami kerugian dan penurunan kinerja sejak tahun 2022. Industri baja di Indonesia sendiri telah menghadapi tekanan yang meningkat, bahkan dengan adanya peningkatan ekspor yang mencapai $25,8 miliar pada tahun 2024 dan meningkat menjadi $27,97 miliar pada tahun 2025.

📖 Baca juga:
Rupiah Terlemah Capai Rekor Baru, Potensi Tembus Rp 17.500 per Dollar

Menurut Bhima Yudhistira, direktur eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), faktor internal dan eksternal telah mempengaruhi daya saing industri baja di Indonesia. Ia menyoroti bahwa industri domestik masih tertinggal dalam produksi baja karbon rendah dan baja premium dibandingkan dengan negara-negara seperti India dan Cina.

📖 Baca juga:
Purbaya Yudhi Sadewa: Menteri Keuangan yang Berjuang untuk Stabilitas Ekonomi

Dalam konteks hukum, UU Cipta Kerja telah menetapkan 15 alasan yang memungkinkan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Alasan-alasan ini termasuk penggabungan perusahaan, efisiensi karena kerugian, penutupan perusahaan, dan kondisi yang memaksa. Selain itu, perusahaan juga wajib memberikan pesangon dan uang penghargaan masa kerja kepada karyawan yang di-PHK, dengan perhitungan yang berdasarkan pada lama masa kerja.

📖 Baca juga:
Rupiah Menguat ke Rp 17.142 per Dolar AS: Analisis Faktor Penguat Nilai Tukar

Krisis industri baja di Indonesia ini memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian dan ketenagakerjaan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat untuk mendukung industri baja dalam negeri dan meningkatkan daya saingnya di pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *