Ekonomi

Indonesia Stop Impor Solar 2026, Hemat Devisa Rp 65 Triliun dan Meningkatkan Energi Terbarukan

×

Indonesia Stop Impor Solar 2026, Hemat Devisa Rp 65 Triliun dan Meningkatkan Energi Terbarukan

Share this article
Indonesia Stop Impor Solar 2026, Hemat Devisa Rp 65 Triliun dan Meningkatkan Energi Terbarukan
Indonesia Stop Impor Solar 2026, Hemat Devisa Rp 65 Triliun dan Meningkatkan Energi Terbarukan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia berencana untuk menghentikan impor solar mulai tahun 2026. Keputusan ini diharapkan dapat menghemat devisa sebesar Rp 65 triliun. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan seperti bioetanol dan hidrogen.

Menurut Direktur Transformasi, Digitalisasi, dan Sustainability Pertamina Patra Niaga Tenny Elfrida, krisis energi global saat ini menunjukkan bahwa peralihan ke energi terbarukan tidak bisa lagi ditunda. Ia menilai bahwa biaya ketergantungan pada energi fosil justru lebih besar dibandingkan dengan biaya investasi pada energi terbarukan.

📖 Baca juga:
Beragam Dimensi “PG”: Dari Ujian Pascasarjana hingga Saham PG Electroplast dan Rating Film

India, salah satu negara yang menjadi tujuan ekspor minyak sawit Indonesia, telah mengalami penurunan impor minyak sawit sebesar 26% pada April 2026. Hal ini disebabkan oleh lemahnya permintaan dan kenaikan harga minyak sawit yang membuatnya kehilangan daya saing dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.

Penurunan impor minyak sawit India berpotensi menekan ekspor sawit Indonesia. Namun, pemerintah Indonesia berencana untuk meningkatkan produksi bioetanol dan hidrogen sebagai alternatif energi. Dengan demikian, Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya pada energi fosil dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

📖 Baca juga:
Borneo Siap Menghadapi Tantangan Baru: Dari Energi Terbarukan Hingga Sepak Bola

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Unggul Priyanto menilai bahwa pengembangan bioetanol harus dipercepat. Ia mendorong penerapan mandatori E20 atau pencampuran 20% bioetanol ke dalam bensin. Selain itu, elektrifikasi sektor transportasi melalui penggunaan kendaraan listrik juga dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami peningkatan dalam pengembangan energi terbarukan. Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk mencapai target ketahanan energi nasional. Dengan keputusan untuk menghentikan impor solar dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan, Indonesia dapat mengambil langkah besar dalam meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungannya pada energi fosil.

📖 Baca juga:
Prabowo Gencarkan Reformasi Energi: Kunci Kedaulatan Ekonomi Nasional

Kesimpulan, keputusan pemerintah untuk menghentikan impor solar dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan merupakan langkah yang tepat dalam meningkatkan ketahanan energi nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya pada energi fosil dan meningkatkan produksi energi terbarukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *