Ekonomi

IHSG Melemah, Bursa Efek Indonesia Libur Selama Dua Hari

×

IHSG Melemah, Bursa Efek Indonesia Libur Selama Dua Hari

Share this article
IHSG Melemah, Bursa Efek Indonesia Libur Selama Dua Hari
IHSG Melemah, Bursa Efek Indonesia Libur Selama Dua Hari

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Mei 2026 | Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia masih libur pada Jumat (15/5/2026) karena bertepatan dengan Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus. Transaksi juga libur pada Kamis (14/5/2026) bersamaan dengan libur Kenaikan Yesus Kristus. Dengan demikian, perdagangan saham di BEI libur selama dua hari pada long weekend pekan kedua Mei 2026.

Selanjutnya, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akan dibuka kembali pada Senin (18/5/2026). Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan IHSG selama sepekan ditutup mengalami pelemahan 3,53% pada posisi 6.723,32 dari 6.936,39 pada pekan sebelumnya.

📖 Baca juga:
Buyback AADI Rp5 Triliun: Langkah Besar Adaro Andalan Indonesia Naikkan Nilai Saham

Adapun, kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat mengalami penurunan sebesar 4,68% menjadi Rp11.825 triliun dari Rp12.406 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara rata-rata volume transaksi harian Bursa terpantau mengalami pelemahan 22,01% menjadi 35,76 miliar lembar dari 45,86 miliar lembar pada penutupan pekan lalu.

Rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga turut mengalami pelemahan. “Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami perubahan yaitu sebesar 18,78% menjadi Rp18,82 triliun dari Rp23,05 triliun pada pekan sebelumnya,” kata Kautsar Kamis (14/5/2026).

Di samping itu, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) pasar modal tumbuh 20% dari 12,17 juta menjadi 14,58 juta SID. Angka itu merupakan akumulasi dari akhir Desember 2023 hingga 29 November 2024.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengatakan, jumlah tersebut merupakan jumlah SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) dan efek lain yang tercatat di KSEI. Secara rinci, terdapat 6,27 juta investor yang memiliki saham dan efek lainnya (meningkat 19% dari tahun 2023 yakni 5,26 juta investor) dan 13,76 juta investor memiliki aset reksa dana.

📖 Baca juga:
IHSG Terkoreksi Hampir 20 Persen, Jumlah Investor Saham Justru Naik 30 Persen

Angka itu meningkat 21% dari tahun 2023 yakni 11,42 juta investor. Total aset yang tercatat di KSEI per tanggal 29 November 2024 meningkat menjadi Rp 8,05 triliun sejalan dengan peningkatan IHSG dan kapitalisasi pasar. Peningkatan juga tercatat pada aset under management (AUM) reksa dana yang tercatat di KSEI sampai dengan 29 November 2024 menjadi Rp 803 triliun.

KSEI terus berupaya berkomitmen dalam melakukan berbagai inovasi untuk mengembangkan dan meningkatkan kenyamanan bertransaksi di pasar modal Indonesia. Beberapa pencapaian dan pengembangan infrastruktur yang telah berhasil dilakukan sepanjang tahun 2024 antara lain pengembangan Centralized Investor Data Management System (CORES.KSEI), perluasan fungsi Sistem Multi Investasi Terpadu (S-MULTIVEST) untuk perusahaan asuransi dan KSEI-Cash Management System (K-CASH).

Ketiga pengembangan tersebut merupakan proyek multi years yang pengembangannya telah dilakukan oleh KSEI sejak beberapa tahun terakhir. Selain itu, baik CORES.KSEI, perluasan S-MULTIVEST, dan K-CASH merupakan bagian rencana strategis KSEI yang berhasil terealisasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar modal Indonesia terus mengalami perkembangan yang signifikan. Dengan meningkatnya jumlah investor dan nilai transaksi, pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang paling dinamis di Asia Tenggara.

📖 Baca juga:
CDIA Melaju di Tengah Volatilitas IHSG: Analisis Kinerja dan Prospek Saham Infrastruktur 2026

Namun, pelemahan IHSG dan kapitalisasi pasar pada pekan ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih rentan terhadap fluktuasi ekonomi global. Oleh karena itu, investor perlu tetap waspada dan melakukan analisis yang tepat sebelum membuat keputusan investasi.

Dalam kesimpulan, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia libur selama dua hari pada long weekend pekan kedua Mei 2026. IHSG dan kapitalisasi pasar mengalami pelemahan, namun jumlah investor dan nilai transaksi terus meningkat. Dengan demikian, investor perlu tetap memantau perkembangan pasar modal Indonesia dan melakukan analisis yang tepat sebelum membuat keputusan investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *