Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 08 Juni 2026 | IHSG hari ini ditutup turun 4,52% menjadi 5.342,13, dengan indeks saham LQ45 merosot 5,5% menjadi 527,07. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan. Sebanyak 661 saham melemah sehingga bebani IHSG, sedangkan 78 saham menguat dan 78 saham diam di tempat.
Menurut analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, IHSG masih berada di fase downtrend yang cukup kuat. Sentimen negatif dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih kuat dari hadapan pasar, meningkatkan kekhawatiran the Federal Reserve (the Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam periode yang lebih lama (higher for longer).
Di dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga turut menekan sentimen investor terhadap aset berisiko di Indonesia. Dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh 18.170 terhadap rupiah, berdasarkan data RTI.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga kalau gaya komunikasi pemerintah yang kurang optimal memicu pelemahan Rupiah serta IHSG. Sentimen negatif pasar muncul akibat spekulasi defisit APBN Maret 2026 dan anggaran Badan Gizi Nasional yang membebani fiskal.
Untuk mengamankan aset, beberapa langkah dapat dilakukan, seperti menganalisis perbandingan tajam berbagai produk keuangan, memutar haluan instrumen investasi, dan memilih produk keuangan yang lebih aman.
Kesimpulan, IHSG hari ini ditutup anjlok ke 5.342,13, dengan seluruh sektor saham tertekan. Pelemahan IHSG dipicu oleh sentimen negatif, baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, investor perlu berhati-hati dan memilih produk keuangan yang tepat untuk mengamankan aset mereka.









