Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 Juli 2026 | Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026 telah diluncurkan dan dapat diikuti oleh para guru dan tenaga pendidik. Sulingjar bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan belajar di sekolah dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Survei ini dilaksanakan mulai 20 Juli hingga 17 Agustus 2026 dan ditujukan untuk kepala satuan pendidikan dan guru yang terdaftar dalam sistem pendataan Dapodik dan Emis.
Sulingjar 2026 dijawab sesuai kondisi sebenarnya di sekolah, tetapi soal dan kunci jawabannya bisa dijadikan gambaran sebelum mengisi survei. Beberapa contoh soal Sulingjar 2026 antara lain: Apakah Anda memiliki kontrak di luar lingkup sekolah? (misal: mengajar di tempat bimbel; guru les privat, dll) dan Akses internet mana saja yang Anda miliki di rumah? (Dapat memilih lebih dari satu)
Cara mengisi Survei Lingkungan Belajar 2026 perlu dipahami sebelum mulai mengerjakan agar proses pengisian berjalan lancar sampai selesai. Setiap tahapan memiliki ketentuan yang perlu diperhatikan, mulai dari persiapan data hingga tahap konfirmasi akhir. Ketelitian selama proses pengisian juga membantu menghindari kendala teknis yang dapat menghambat pengiriman jawaban.
Menurut dr. Angga Wirahmadi, gangguan mental pada anak tidak mudah dideteksi, sehingga kepekaan orangtua penting untuk mengenali perubahan perilaku dan emosi sejak dini. Masa remaja penuh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang membuat mereka lebih rentan terhadap kecemasan, depresi, serta tekanan dari lingkungan dan media sosial.
Akademisi Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Muridan mengajak masyarakat mengutamakan kasih sayang terhadap anak sebagai fondasi membangun generasi berkarakter sekaligus menentukan masa depan bangsa. Berbagai kajian dalam psikologi perkembangan, pendidikan, dan ekonomi menunjukkan kualitas pengasuhan serta lingkungan pada masa kanak-kanak sangat menentukan kesehatan, karakter, dan produktivitas seseorang pada masa depan.
Instrumen Sulingjar 2026 dirancang untuk memetakan aspek-aspek non-kognitif yang memengaruhi iklim belajar-mengajar di sekolah. Kerangka instrumen ini umumnya mencakup 9 dimensi/indikator utama, antara lain: Kualitas Pembelajaran (Kualitas Pengajaran). Hasil dari instrumen ini nantinya menjadi salah satu komponen utama pembentuk Rapor Pendidikan di masing-masing sekolah.
Kesimpulan dari survei ini adalah bahwa Sulingjar 2026 sangat penting untuk mengetahui kondisi lingkungan belajar di sekolah dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan dan mencapai tujuan pembangunan pendidikan yang diinginkan.











