Ekonomi

Gubernur BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tahan Hadapi Gejolak Global, Ini Alasannya

×

Gubernur BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tahan Hadapi Gejolak Global, Ini Alasannya

Share this article
Gubernur BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tahan Hadapi Gejolak Global, Ini Alasannya
Gubernur BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tahan Hadapi Gejolak Global, Ini Alasannya

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 April 2026 | Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap kuat meski nilai tukar rupiah berada di bawah tekanan intens dari gejolak pasar global. Pada Kamis, 23 April 2026, rupiah tercatat menembus level psikologis Rp17.301 per dolar AS, menandakan pelemahan signifikan yang selaras dengan mata uang di kawasan Asia Tenggara.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengingatkan bahwa volatilitas ini dipicu oleh ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter luar negeri yang menguatkan dolar AS. Ia menambahkan bahwa BI selalu hadir di pasar valas dan akan terus mengambil langkah konsisten serta terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Intervensi melalui operasi pasar terbuka dan penyesuaian likuiditas menjadi instrumen utama yang akan dipertahankan.

📖 Baca juga:
MBG Dorong Ekonomi Desa hingga Perbatasan: Produksi Petani Melonjak, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa stabilisasi nilai tukar merupakan tanggung jawab utama BI. Menurutnya, pemerintah tidak akan mengambil kebijakan reaktif setiap hari, melainkan mengadopsi pendekatan “wait and see” sambil memantau dinamika pasar secara mendalam. Airlangga menyoroti bahwa tekanan pada rupiah bukan fenomena lokal semata, melainkan bagian dari gelombang penurunan nilai mata uang regional yang dipicu oleh kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang agresif.

Data pasar pada pukul 12.30 WIB menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp17.293 per dolar, sedikit menguat dari level puncak sebelumnya namun masih jauh di atas rata‑rata tahun berjalan yang melemah 3,54 persen. Penurunan ini menambah beban pada sektor riil, terutama impor bahan baku dan kebutuhan konsumsi yang sensitif terhadap fluktuasi kurs.

📖 Baca juga:
Harga Emas dan Perak 14 April 2026: Rincian Lengkap Gram ke Gram dan Dampak Pasar Domestik

BI menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap pada jalur yang telah ditetapkan, yakni suku bunga acuan tidak mengalami penyesuaian drastis. Kebijakan ini didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang masih solid, dengan investasi domestik dan ekspor yang menunjukkan tren positif pada kuartal pertama 2026. Selain itu, cadangan devisa yang kuat memberikan bantalan tambahan bagi otoritas moneter dalam menghadapi gejolak eksternal.

  • Rupiah melemah ke level Rp17.301 per dolar pada 23 April 2026.
  • BI siap melakukan intervensi pasar valas secara konsisten.
  • Deputi Gubernur Destry Damayanti menekankan kebijakan terukur.
  • Menteri Airlangga Hartarto menegaskan peran BI dalam stabilisasi.
  • Ekonomi Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan positif meski tekanan global.

Para analis ekonomi menilai bahwa ketahanan ekonomi Indonesia didukung oleh struktur pasar tenaga kerja yang fleksibel, kebijakan fiskal yang prudent, serta diversifikasi ekspor ke pasar non‑dolar. Meskipun nilai tukar mengalami tekanan, fundamental ekonomi tetap kuat, memungkinkan BI untuk menjaga kebijakan moneter tanpa harus melakukan pengetatan berlebihan yang dapat menghambat pertumbuhan.

📖 Baca juga:
Purbaya Ungkap Strategi Baru: Rp420 T Rupiah Bantalan Besar dan Janji Aliran Modal Besar dari BlackRock, Goldman Sachs, serta Fidelity

Dalam jangka menengah, BI berencana memperkuat instrumen makroprudensial, termasuk pengaturan eksposur bank terhadap risiko valas, serta meningkatkan koordinasi dengan otoritas fiskal untuk menjaga stabilitas harga. Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat meredam dampak negatif dari fluktuasi kurs terhadap inflasi dan daya beli konsumen.

Kesimpulannya, walaupun rupiah berada di posisi terlemah dalam beberapa bulan terakhir, keyakinan bahwa ekonomi Indonesia dapat bertahan dan melanjutkan pertumbuhan tetap kuat. Kebijakan terukur dari BI, dukungan fiskal, serta cadangan devisa yang memadai menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak global yang masih terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *