Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 Mei 2026 | Gaji di Eropa dan Indonesia memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Menurut laporan OECD, kesenjangan gaji di Eropa masih sangat mengkhawatirkan. Rata-rata gaji pekerja di berbagai negara Eropa memiliki perbedaan yang sangat mencolok, dengan selisih pendapatan tahunan antarnegara mencapai lebih dari 88 ribu euro atau sekitar Rp1,5 miliar.
Swiss menjadi negara dengan rata-rata gaji bruto tahunan tertinggi di Eropa pada 2025, yaitu 107.487 euro atau sekitar Rp1,9 miliar per tahun. Sementara itu, negara-negara Eropa Timur dan Selatan masih berada di bawah 30 ribu euro.
Di Indonesia, gaji dosen masih menjadi persoalan yang belum terpecahkan. Menurut data, rata-rata gaji dosen di Indonesia hanya sekitar Rp 3,36 juta per bulan. Bahkan, ada dosen yang hanya menerima gaji pokok sebesar Rp 2.345.000 setiap bulan.
Sementara itu, gaji pemain sepak bola di Indonesia juga memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Mariano Peralta, pemain sepak bola asal Argentina yang bermain di Borneo FC, memiliki gaji yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp7,82 miliar per tahun.
Perbedaan gaji yang mencolok ini menunjukkan bahwa kesempatan ekonomi dan daya beli pekerja di Eropa dan Indonesia belum merata. Oleh karena itu, memahami perbedaan tingkat gaji dan biaya hidup di setiap negara menjadi hal penting sebelum memutuskan untuk bekerja atau membangun karier di luar negeri.
Kesimpulan, perbedaan gaji di Eropa dan Indonesia memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Gaji di Eropa lebih tinggi dibandingkan dengan gaji di Indonesia. Oleh karena itu, perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memutuskan untuk bekerja atau membangun karier di luar negeri.











