Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Juli 2026 | Suhu di kawasan Dieng, Banjarnegara, mencapai -6 derajat Celsius pada pagi hari, menyebabkan munculnya es di tanaman dan rumput. Fenomena ini bukanlah karena fenomena Aphelion, melainkan karena perubahan musim dan sirkulasi atmosfer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa suhu dingin ini merupakan fenomena normal yang terjadi selama puncak musim kemarau.
BMKG juga mencatat bahwa fenomena ini dapat memicu munculnya embun beku atau “embun upas” di dataran tinggi, seperti kawasan Dieng. Fenomena tersebut murni merupakan kejadian alamiah musim kemarau dan tidak berkaitan dengan jarak Bumi ke Matahari.
Kepala UPT Dieng Banjarnegara, Wibi Satria N, membenarkan suhu di Dieng pada pagi hari mencapai -6 derajat Celsius. Suhu ini merupakan yang terendah sejak Januari 2026. Wibi juga menjelaskan bahwa suhu dingin dapat menyebabkan tanaman komoditas mati.
BMKG mengimbau wisatawan yang berlibur ke kawasan Dieng untuk mempersiapkan perlengkapan khusus untuk menghadapi udara ekstrem dingin, seperti jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala, dan kaus kaki. BMKG juga memprakirakan intensitas embun upas akan semakin sering terjadi dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
Wisatawan diimbau untuk tidak menganggap fenomena embun upas sekadar objek wisata, melainkan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan menjaga kesehatan selama berada di kawasan dataran tinggi tersebut. Dengan persiapan yang memadai, wisatawan dapat menikmati fenomena alam langka ini dengan aman dan nyaman.
Kesimpulan, suhu di Dieng hari ini mencapai -6 derajat Celsius, menyebabkan munculnya es di tanaman dan rumput. Fenomena ini bukanlah karena fenomena Aphelion, melainkan karena perubahan musim dan sirkulasi atmosfer. Wisatawan diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan khusus dan memperhatikan kondisi cuaca untuk menikmati fenomena alam langka ini dengan aman dan nyaman.











