Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Juli 2026 | Harga BBM Pertamina telah mengalami kenaikan, yang berdampak pada antrean panjang di SPBU. Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menunjukkan keseriusannya dalam menyelesaikan persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Beliau mengaku memiliki beban moral yang besar atas kondisi tersebut mengingat Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah penghasil minyak. Ia mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pertamina Patra Niaga, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Hiswana Migas, pemerintah kabupaten/kota, hingga aparat penegak hukum guna mencari solusi yang dapat segera diterapkan.
Sementara itu, PT Pertamina mengingatkan bahaya bahan bakar minyak (BBM) Pertamax Turbo yang dicampur dengan Pertalite. Pertalite adalah BBM bersubsidi yang memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) 90, sedangkan Pertamax Turbo adalah varian BBM Pertamina non-subsidi dengan angka RON 98.
Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), antrean kendaraan yang mengular di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina telah menjadi fenomena harian. Seorang mahasiswi di Karanganyar, Selfi, mengaku lebih memilih beli Pertalite di Pertamini karena malas antre di SPBU.
Di sisi lain, pedagang eceran di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), juga terdampak oleh kelangkaan Pertalite. Ayu, pemilik Kios Ayu di Kota Kupang, mengaku harus meluangkan waktu hingga lima jam di SPBU hanya untuk mendapatkan pasokan Pertalite.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM Pertamina telah berdampak signifikan pada masyarakat, terutama bagi mereka yang mengandalkan BBM bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah antrean panjang di SPBU dan memastikan pasokan BBM yang stabil.
Dalam beberapa minggu terakhir, harga BBM Pertamina telah mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini telah menyebabkan antrean panjang di SPBU dan kelangkaan BBM di beberapa daerah. Masyarakat telah merasakan dampak dari kenaikan harga BBM, terutama bagi mereka yang mengandalkan BBM bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi masalah antrean panjang di SPBU dan memastikan pasokan BBM yang stabil. Pemerintah dan pihak terkait harus bekerja sama untuk mencari solusi yang efektif dan memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses BBM dengan mudah dan harga yang terjangkau.
Dalam kesimpulan, kenaikan harga BBM Pertamina telah berdampak signifikan pada masyarakat, terutama bagi mereka yang mengandalkan BBM bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi masalah antrean panjang di SPBU dan memastikan pasokan BBM yang stabil.









