Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Mei 2026 | Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai makelar ekspor komoditas nasional ke pasar asing. DSI dibentuk untuk menghentikan kecurangan ekspor komoditas yang merugikan negara hingga Rp15.400 triliun.
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa DSI akan menjadi trader tunggal untuk ekspor batu bara, CPO, dan paduan besi. DSI dipimpin oleh Luke Thomas Mahony, seorang profesional kawakan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur di perusahaan tambang nikel raksasa, PT Vale Indonesia Tbk.
Menurut Rosan, penunjukan Luke Thomas dilakukan melalui berbagai pertimbangan, terutama melihat rekam jejak dan pengalaman yang dimilikinya di sejumlah perusahaan multinasional. Rosan juga menegaskan bahwa DSI berstatus resmi sebagai BUMN karena ada 1% saham krusial yang dimiliki langsung oleh BP BUMN.
DSI telah menetapkan modal dasar serta menempatkan PT Danantara Investment Management sebagai pemegang saham mayoritas seri A. Perusahaan tersebut telah menetapkan target untuk menjadi BUMN pekan depan.
Kehadiran DSI diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dari ekspor komoditas dan mengurangi kecurangan yang merugikan negara. Dengan demikian, DSI siap untuk mengelola ekspor komoditas nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan, DSI merupakan BUMN baru yang dibentuk untuk mengelola ekspor komoditas nasional. Dengan dipimpin oleh Luke Thomas Mahony, DSI diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi kecurangan yang merugikan negara.











