Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Mei 2026 | Kurs USD terus menguat, sementara rupiah melemah. Kondisi ini membuat masyarakat khawatir tentang stabilitas ekonomi Indonesia. Pada pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung melemah. Pada pembukaan Senin (18/5/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS untuk kurs jual berada di angka Rp 17.583,48 dan kurs beli Rp 17.408,52.
Sedangkan pada penutupan Jumat (22/5/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS untuk kurs jual berada di angka Rp 17.761,37 dan kurs beli Rp 17.584,63. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski nilai tukar rupiah sedang melemah.
Pelemahan rupiah saat ini disebabkan tekanan eksternal global, namun pemerintah optimis nilai tukar akan kembali menguat. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen yang didorong oleh konsumsi rumah tangga serta investasi yang stabil.
Purbaya juga menyebutkan bahwa pemerintah telah melepas obligasi global senilai USD 3,4 miliar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Dana hasil penerbitan obligasi global tersebut akan masuk ke dalam negeri pada pekan depan dan berpotensi menambah suplai dolar AS di pasar domestik.
Kondisi ini diyakini dapat membantu menopang kurs rupiah. Purbaya menegaskan bahwa Indonesia tidak berada dalam tekanan krisis ekonomi dan bahwa tingginya minat investor asing terhadap global bond RI menjadi indikator kuat bahwa fundamental ekonomi nasional masih dipercaya pasar.
Di sisi lain, beberapa bank besar nasional juga telah menetapkan kurs beli dan jual dolar AS. Bank Central Asia menetapkan kurs beli dolar AS di Rp 17.703 dan kurs jual Rp 17.723. Sementara Bank Rakyat Indonesia mematok kurs beli Rp 17.653 dan kurs jual Rp 17.680.
Untuk special rate, Bank Mandiri menetapkan kurs beli Rp 17.690 dan kurs jual Rp 17.720. Sedangkan Bank Negara Indonesia membanderol kurs beli Rp 17.695 dan kurs jual Rp 17.725.
Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. Namun, pemerintah tetap optimis bahwa nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam waktu dekat.
Kesimpulan: Kurs USD terus menguat, sementara rupiah melemah. Pemerintah tetap optimis bahwa nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam waktu dekat. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen dan pemerintah telah melepas obligasi global senilai USD 3,4 miliar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.











