Ekonomi

CEO Strategy Ungkap Kondisi Penjualan BTC dan Dampaknya pada Pasar

×

CEO Strategy Ungkap Kondisi Penjualan BTC dan Dampaknya pada Pasar

Share this article
CEO Strategy Ungkap Kondisi Penjualan BTC dan Dampaknya pada Pasar
CEO Strategy Ungkap Kondisi Penjualan BTC dan Dampaknya pada Pasar

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Mei 2026 | Phong Le, CEO Strategy, sebuah perusahaan treasury Bitcoin, baru-baru ini mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut hanya akan menjual BTC dalam kasus-kasus tertentu. Dalam sebuah wawancara, Le menjelaskan bahwa penjualan BTC akan dilakukan untuk membayar dividen pada Series A Perpetual Stretch Preferred Stock (STRC), sebuah instrumen kredit perusahaan yang membayar dividen sebesar 11,5% kepada pemegangnya, serta untuk menunda atau mengoffset pajak.

Le menambahkan bahwa perusahaan hanya akan menjual BTC untuk membayar yield yang terutang kepada pemegang instrumen kredit jika penjualan tersebut “akretif” bagi pemegang saham Strategy, artinya perusahaan meningkatkan metrik BTC per saham. Komentar ini muncul setelah co-founder Strategy, Michael Saylor, mengatakan bahwa perusahaan mungkin akan menjual sebagian dari BTC secara berkala, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor BTC tentang dampak potensial dari penjualan Strategy pada harga pasar Bitcoin.

📖 Baca juga:
Webull HK Perkenalkan Biaya ‘True Zero Fees’ dan Menjadi Yang Pertama di Hong Kong

Strategy saat ini memegang 818.334 BTC, yang bernilai lebih dari $66 miliar, membuatnya menjadi perusahaan treasury BTC terbesar yang diperdagangkan secara publik, menurut data dari BitcoinTreasuries. Meskipun demikian, Le yakin bahwa volume perdagangan harian BTC sebesar $60 miliar cukup untuk menyerap lebih dari $1 miliar dalam dividen tahunan yang harus dibayarkan oleh Strategy.

Sementara itu, harga Bitcoin baru-baru ini mencapai $80.600 sebelum turun kembali di bawah $79.000 karena ketegangan di Timur Tengah yang memengaruhi nafsu risiko dan menekan pasar global. Namun, analis memperkirakan bahwa penjualan BTC oleh Strategy tidak akan memengaruhi pasar secara signifikan.

📖 Baca juga:
IHSG Anjlok, Samuel Sekuritas Pangkas Target Hingga 7.500

Dalam konteks yang lebih luas, perdebatan tentang Gold vs. Bitcoin juga terus berlanjut. Sementara beberapa investor melihat Bitcoin sebagai aset yang lebih likuid dan berisiko, yang lain lebih memilih emas sebagai aset yang lebih stabil dan aman. Rasio Bitcoin-ke-emas menunjukkan kekuatan baru Bitcoin setelah membentuk dasar yang kuat pada dukungan jangka panjang.

Di sisi lain, Trump Media & Technology Group (DJT) baru-baru ini melaporkan kerugian bersih sebesar $405,9 juta pada kuartal pertama, yang sebagian besar disebabkan oleh kerugian yang belum direalisasi sebesar $244 juta pada kepemilikan kriptonya. Perusahaan ini memegang 9.542,16 BTC, yang dinilai sebesar $647,1 juta pada akhir Maret, serta 756,1 juta token Cronos (CRO) yang dinilai sebesar $53 juta.

📖 Baca juga:
Harga Emas Antam Turun, Berikut Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Kesimpulan: Penjualan BTC oleh Strategy dan perdebatan tentang Gold vs. Bitcoin menunjukkan dinamika yang kompleks dalam pasar kripto dan investasi. Sementara beberapa investor melihat potensi dalam aset kripto, yang lain lebih memilih aset tradisional seperti emas. Penting untuk terus memantau perkembangan pasar dan membuat keputusan investasi yang tepat berdasarkan analisis yang mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *