Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Juli 2026 | Bank Indonesia (BI) sedang menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan pertumbuhan ekonomi. Setelah beberapa kali menaikkan suku bunga, nilai tukar Rupiah masih belum stabil dan cenderung melemah. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektifitas kebijakan moneter BI dalam menjaga stabilitas Rupiah.
Menurut Martin Manurung, Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi Partai NasDem, BI harus berani melihat persoalan yang lebih mendasar. Ia menyatakan bahwa tekanan terhadap Rupiah lebih banyak mencerminkan persoalan struktural ekonomi Indonesia. Struktur ekonomi Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku, barang modal, dan energi dalam jumlah besar, serta peningkatan ekspor bernilai tambah belum mampu mengimbangi kebutuhan devisa yang terus meningkat.
Sementara itu, BNI sebagai bank nasional pertama milik negara memasuki usia delapan dekade. BNI mengusung tema ‘Swadharma Bhakti Nagara’ sebagai refleksi perjalanan perseroan dalam mengabdi kepada bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia. Nilai Swadharma Bhakti Nagara menjadi kompas dalam menjalankan tanggung jawab profesional, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi bagi kepentingan bangsa.
Di bidang pembayaran, Bank Indonesia (BI) menerima penukaran uang Rupiah rusak atau cacat selama masih memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Masyarakat dapat menukarkan uang rusak secara langsung di Bank Indonesia atau melalui aplikasi PINTAR. Selain itu, wisatawan Indonesia yang berlibur ke Thailand kini dapat membayar langsung berbagai merchant di Thailand menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital dari negaranya, tanpa perlu menukar uang tunai terlebih dahulu.
Kesimpulan dari berbagai informasi di atas adalah bahwa Bank Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas Rupiah dan pertumbuhan ekonomi. Namun, dengan kebijakan moneter yang tepat dan peran bank-bank nasional seperti BNI, diharapkan ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh dan stabil. Selain itu, kemudahan pembayaran melalui aplikasi PINTAR dan kerja sama pembayaran lintas negara dapat memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.











