Bisnis

Kemnaker: Integrasi Data Meningkatkan Kualitas Layanan Ketenagakerjaan

×

Kemnaker: Integrasi Data Meningkatkan Kualitas Layanan Ketenagakerjaan

Share this article
Kemnaker: Integrasi Data Meningkatkan Kualitas Layanan Ketenagakerjaan
Kemnaker: Integrasi Data Meningkatkan Kualitas Layanan Ketenagakerjaan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Agustus 2026 | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah memperkuat integrasi data lintas instansi untuk meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan dan mendukung penyusunan kebijakan berbasis data. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, yang menjelaskan bahwa integrasi data menjadi bagian dari transformasi digital Kemnaker dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), otomatisasi, dan era Society 5.0.

Anwar Sanusi mengatakan bahwa perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat, sehingga birokrasi juga harus bergerak lebih adaptif, inovatif, dan responsif dalam memberikan pelayanan. Ia juga menambahkan bahwa penguatan integrasi data sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalui konsep Life Journey 2025–2029, yang mengintegrasikan layanan pemerintah berdasarkan siklus kehidupan masyarakat, termasuk ketika memasuki dunia kerja.

📖 Baca juga:
RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia, Nagita Slavina Bantah Isu Pencucian Uang

Kemnaker telah mengembangkan Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan (SIAPkerja) sebagai ekosistem digital yang menghubungkan pencari kerja, pemberi kerja, dan berbagai layanan ketenagakerjaan dalam satu platform. SIAPkerja tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi layanan, tetapi juga menjadi ekosistem digital yang menghimpun talent profile angkatan kerja dan company profile pemberi kerja, sehingga proses pelayanan menjadi lebih efisien dan menghasilkan data ketenagakerjaan yang lebih komprehensif.

Di sisi lain, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengatakan bahwa Indonesia akan mengirim 100.000 WNI untuk bekerja di Jepang tiap tahunnya. Ia menjelaskan bahwa Jepang saat ini sedang membutuhkan tenaga kerja, dan Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto, telah memberikan arahan untuk membentuk satuan tugas (satgas) yang akan membawahi career center di perguruan tinggi Indonesia.

📖 Baca juga:
Adaro Andalan Indonesia Bagi Dividen Jumbo US$450 Juta, Ini Rincian Pembagiannya

Satgas ini akan merancang bagaimana Indonesia bisa melatih kompetensi tenaga kerja yang siap bekerja di Jepang. Selain program yang akan diluncurkan oleh Kemendiktisaintek, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah lebih dulu mengirimkan tenaga kerja ke Jepang lewat Magang IM Japan, yang telah diluncurkan sejak tahun 1993 dan meluluskan 45.000 alumni.

Kemnaker juga telah mengungkap bahwa sekitar 59 persen tenaga kerja Indonesia berada pada sektor informal. Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof Sukro Muhab, mengatakan bahwa penguatan kewirausahaan harus terus didorong melalui berbagai program pelatihan, vokasi, serta perluasan kesempatan kerja. Ia menambahkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap masuk industri, tetapi juga mencetak masyarakat yang siap menjadi wirausaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

📖 Baca juga:
IHSG Melonjak, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

Dalam upaya mengurangi angka pengangguran, pengembangan kewirausahaan menjadi salah satu solusi strategis. Pemerintah Kota Makassar telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program perluasan kesempatan kerja dengan memberikan cinderamata kepada Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham. Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi program ini sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri.

Kesimpulan dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Kemnaker dan pemerintah lainnya adalah bahwa integrasi data, pengembangan kewirausahaan, dan perluasan kesempatan kerja merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan bahwa tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di pasar global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *