Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Agustus 2026 | Pertandingan antara Feyenoord dan Sparta Rotterdam diawali dengan keungan Feyenoord yang cukup mendominasi. Namun, Sparta Rotterdam berhasil menciptakan beberapa peluang gol yang cukup berbahaya.
Pada menit ke-35, Luciano Valente berhasil mencetak gol untuk Feyenoord, membawa timnya unggul 1-0. Sayangnya, Feyenoord tidak bisa mengubah peluangnya menjadi gol tambahan, sehingga skor tetap 1-0 hingga akhir pertandingan.
Pada menit-menit terakhir pertandingan, Sparta Rotterdam mencoba untuk membalikkan keadaan. Milan Zonneveld mencetak gol yang diyakini sebagai gol penyama, namun wasit Sander van der Eijk memutuskan bahwa terdapat pelanggaran pada Jeremiah St. Juste, sehingga gol tersebut dibatalkan.
Keputusan wasit tersebut menuai protes dari pemain Sparta Rotterdam, terutama Milan Zonneveld. Ia merasa bahwa keputusan wasit tersebut tidak adil dan merugikan timnya.
Menurut Danny Koevermans, mantan pemain Feyenoord, keputusan wasit tersebut bisa berbeda jika wasit yang berbeda yang memimpin pertandingan. Ia juga menyatakan bahwa kontak antara Zonneveld dan St. Juste tidak terlalu keras, sehingga tidak sepantasnya dianggap sebagai pelanggaran.
Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Feyenoord 1-0. Meskipun demikian, kontroversi gol yang dibatalkan tetap menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepakbola.
Kemenangan tersebut membawa Feyenoord ke puncak klasemen sementara Eredivisie. Namun, pertandingan tersebut juga menunjukkan bahwa Feyenoord masih memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki untuk bisa menjadi tim yang lebih kuat.











