Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Juli 2026 | Baru-baru ini, Thailand dilanda skandal kecurangan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang melibatkan ribuan pegawai negeri sipil. Skandal ini terjadi karena ada pejabat yang menerima suap untuk mengubah hasil tes para calon PNS secara elektronik, sehingga mereka dapat lulus tes wajib untuk pengangkatan atau promosi di pemerintahan.
Sementara itu, di Indonesia, pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi pembukaan pendaftaran CPNS 2026. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif, mengatakan bahwa pemerintah masih menghitung kebutuhan formasi ASN sebelum mengumumkan jadwal dan kuota seleksi CPNS 2026.
Menurut Zudan, koordinasi dilakukan antara BKN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga lainnya. Pemerintah belum menetapkan jumlah pasti formasi yang akan dibuka karena proses perhitungan kebutuhan ASN masih berlangsung.
Di sisi lain, Pemkab Polman tidak mengusulkan formasi CPNS pada 2026 karena kebijakan efisiensi anggaran. Keputusan tersebut juga bertujuan menyesuaikan belanja pegawai agar tidak melebihi batas 30 persen sesuai ketentuan pemerintah pusat.
Selain itu, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh membuka pendaftaran bakal calon Rektor ISBI Aceh periode 2026-2030. Pendaftaran dilaksanakan mulai 14 Juli hingga 22 Agustus 2026. Bakal calon wajib memenuhi syarat administrasi, menyusun makalah visi, misi, dan program kerja, serta mempresentasikannya di hadapan Senat sebagai bagian dari tahapan seleksi.
Kesimpulan dari berbagai informasi di atas adalah bahwa CPNS 2026 di Indonesia masih dalam proses persiapan, sedangkan di Thailand, skandal kecurangan tes CPNS telah terjadi dan menyebabkan ribuan pegawai negeri sipil terlibat. Pemerintah Indonesia perlu memastikan bahwa seleksi CPNS 2026 dilaksanakan dengan transparan dan adil, serta memenuhi kebutuhan ASN yang sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah.











