Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Juli 2026 | Fenomena Rashdul Kiblat adalah momen astronomis yang terjadi saat matahari tepat berada di atas Ka’bah, memungkinkan masyarakat untuk menentukan arah kiblat dengan akurat. Pada 15-16 Juli 2026, masyarakat dapat memanfaatkan fenomena ini untuk memverifikasi arah kiblat di masjid, musala, atau rumah tinggal.
Menurut Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Ciamis, H. Mohamad Aip Maftuh, Rashdul Kiblat terjadi ketika posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat secara akurat.
Masyarakat dapat memanfaatkan fenomena ini dengan menegakkan tongkat atau benda lurus di tempat yang terkena sinar matahari, kemudian mengamati garis bayangan yang terbentuk. Garis bayangan tersebut akan menunjukkan arah kiblat.
Kemenag Kabupaten Belitung juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Rashdul Kiblat, yang bertujuan untuk memastikan keakuratan arah kiblat secara mandiri. Dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat, masyarakat dapat meningkatkan akurasi penentuan arah kiblat dan memperkuat literasi keagamaan.
Selain menggunakan fenomena Rashdul Kiblat, ada beberapa metode lain yang dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat, seperti menggunakan kompas atau aplikasi digital. Namun, fenomena Rashdul Kiblat merupakan cara paling sederhana dan akurat untuk menentukan arah kiblat.
Dalam Al-Qur’an, arah kiblat telah dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 144, yang menyebutkan bahwa kiblat adalah arah yang dituju oleh umat Islam ketika melaksanakan salat dan ibadah tertentu lainnya. Menghadap kiblat menjadi salah satu syarat sah salat, sehingga setiap muslim dianjurkan untuk memastikan arah kiblat telah sesuai sebelum beribadah.
Dengan demikian, fenomena Rashdul Kiblat merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat untuk memverifikasi arah kiblat dan meningkatkan akurasi penentuan arah kiblat. Dengan memanfaatkan fenomena ini, masyarakat dapat memperkuat literasi keagamaan dan memperkuat iman mereka.
Kesimpulan, fenomena Rashdul Kiblat adalah momen astronomis yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan arah kiblat dengan akurat. Masyarakat dapat memanfaatkan fenomena ini untuk memverifikasi arah kiblat di masjid, musala, atau rumah tinggal, dan meningkatkan akurasi penentuan arah kiblat.











