Religi

Puasa Senin Kamis: Keutamaan, Niat, dan Hukum Mengadakan Acara di Bulan Safar

×

Puasa Senin Kamis: Keutamaan, Niat, dan Hukum Mengadakan Acara di Bulan Safar

Share this article
Puasa Senin Kamis: Keutamaan, Niat, dan Hukum Mengadakan Acara di Bulan Safar
Puasa Senin Kamis: Keutamaan, Niat, dan Hukum Mengadakan Acara di Bulan Safar

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Juli 2026 | Puasa Senin Kamis merupakan salah satu puasa sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Puasa ini dilakukan setiap hari Senin dan Kamis di luar bulan Ramadan sebagai bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebelum berpuasa, umat Islam dianjurkan membaca niat sesuai hari pelaksanaannya.

Menurut Ustaz Muhammad Syukron Maksum, bacaan niat puasa Senin dan Kamis adalah sebagai berikut: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى (Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa’ala) yang artinya “Saya niat puasa pada hari Senin, sunah karena Allah Ta’aalaa”. Sementara itu, bacaan niat puasa Kamis adalah نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى (Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala) yang artinya “Saya niat puasa pada hari Kamis, sunah karena Allah Ta’aalaa”.

📖 Baca juga:
Bak Keajaiban! 3.700 Al-Quran Tidak Terbakar di Rumah Anisa Rahma, Kini Laris Dibeli Warganet

Puasa Senin Kamis memiliki keutamaan yang berlipat ganda, terutama jika dilakukan pada bulan Muharram. Pada bulan ini, puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis bisa digabungkan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Muharram, bahkan bisa diniatkan dengan membayar puasa wajib, yaitu Puasa Qadha bulan Puasa. Dengan demikian, cukup dengan puasa satu kali, seseorang bisa mendapatkan keutamaan dari beberapa puasa, seperti puasa sunnah Senin/Kamis, Muharram, Qadha Ramadhan.

Selain itu, hukum mengadakan acara di bulan Safar menurut Islam adalah mubah (diperbolehkan). Islam tidak mengenal istilah “bulan pantangan” untuk melaksanakan niat baik. Mitos yang menyebutkan bahwa mengadakan acara di bulan Safar akan berujung pada perceraian, kegagalan, atau kebangkrutan adalah sisa-sisa kepercayaan jahiliah yang tidak berdasar.

📖 Baca juga:
Prof John Ruhulessin Tegaskan Jusuf Kalla Tidak Menista Agama: Klarifikasi di Tengah Polemik UGM

Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak benar adanya tiyarah, dan tidak benar beranggapan sial di bulan safar. Hadis sahih riwayat al-Bukhari dan Muslim ini menjadi pijakan untuk meluruskan akidah umat agar tidak terjerumus pada kemusyrikan.

Dengan demikian, umat Islam dianjurkan untuk tidak mempercayai mitos-mitos yang tidak berdasar dan tetap melaksanakan ibadah dengan baik, termasuk puasa Senin Kamis dan mengadakan acara di bulan Safar jika diinginkan.

📖 Baca juga:
Mengenal Puasa Sebelum Idul Adha: Keutamaan dan Amalan di Bulan Dzulhijjah

Kesimpulan, puasa Senin Kamis merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan yang berlipat ganda, terutama jika dilakukan pada bulan Muharram. Sementara itu, hukum mengadakan acara di bulan Safar menurut Islam adalah mubah, sehingga umat Islam dianjurkan untuk tidak mempercayai mitos-mitos yang tidak berdasar dan tetap melaksanakan ibadah dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *