Religi

Prof John Ruhulessin Tegaskan Jusuf Kalla Tidak Menista Agama: Klarifikasi di Tengah Polemik UGM

×

Prof John Ruhulessin Tegaskan Jusuf Kalla Tidak Menista Agama: Klarifikasi di Tengah Polemik UGM

Share this article
Prof John Ruhulessin Tegaskan Jusuf Kalla Tidak Menista Agama: Klarifikasi di Tengah Polemik UGM
Prof John Ruhulessin Tegaskan Jusuf Kalla Tidak Menista Agama: Klarifikasi di Tengah Polemik UGM

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 April 2026 | Jakarta, 21 April 2026 – Pada Selasa (21/4/2026), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menggelar pertemuan khusus di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, bersama para tokoh yang pernah terlibat dalam proses perundingan damai Malino I (Poso) dan Malino II (Maluku). Pertemuan ini menjadi sorotan publik setelah potongan video ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) menimbulkan dugaan penistaan agama. Di sela‑sela diskusi, Pendeta Prof. John Ruhulessin menegaskan secara tegas bahwa JK tidak menista agama apa pun.

Prof. John Ruhulessin, seorang pendeta Protestan Maluku sekaligus profesor teologi, dikenal sebagai salah satu figur kunci dalam perundingan Malino II. Dalam pernyataannya, Ruhulessin menekankan bahwa isi ceramah JK di UGM berfokus pada proses perdamaian dunia dan nasional, bukan pada penyudutan ajaran agama. Ia menambahkan, “Jika ada persepsi keliru tentang ajaran agama yang memicu konflik, maka tugas kita adalah mengklarifikasi, bukan menuduh.” Pernyataan ini disambut positif oleh para tokoh lintas agama yang hadir.

📖 Baca juga:
Thomas Cup 2026: Media Malaysia Nyatakan Indonesia Punya Line‑up Ganda Terbaik, Raymond/Joaquin Siap Jadi Senjata Kejutan

Berikut ini daftar lengkap tokoh agama yang turut hadir dalam pertemuan tersebut:

  • Pdt. Rudolf Metusala (Sinode Gereja Kristen Tentena)
  • Pdt. Rinaldi Damanik (delegasi Malino I)
  • Pdt. Jetroson Rense
  • Pdt. Dajaramo Tasiabe
  • Ustaz Sugianto Kaimuddin (delegasi Malino I)
  • Ustaz Muh. Amin
  • Ustaz Samsul Lawenga
  • Ustaz Mualim Fauzil
  • Pdt. Prof. John Ruhulessin (Gereja Protestan Maluku)
  • Prof. Hasbullah Toisutta (mantan Rektor UIN Ambon)
  • Ustaz Hadi Basalamah

Pertemuan ini tidak hanya menjadi forum klarifikasi, melainkan juga sarana memperkuat komitmen bersama dalam menanggulangi konflik bersifat sektarian. JK menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 15 konflik besar, dan salah satu pemicunya adalah persepsi keliru tentang ajaran agama. Ia menekankan pentingnya dialog antar‑umat beragama serta edukasi yang tepat untuk mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan.

Selain pernyataan Ruhulessin, JK juga menegaskan bahwa ceramahnya di UGM tidak mengandung ujaran kebencian. Ia menyatakan, “Saya berbicara tentang cara dunia dapat belajar dari proses perdamaian, termasuk di Indonesia, dan menyoroti bagaimana salah persepsi agama dapat memperparah konflik.” Ia menambahkan harapan agar semua pihak dapat menahan diri menilai secara sepihak dan memberi ruang bagi penyelidikan resmi.

📖 Baca juga:
Prabowo Panggil Dudung, Tekankan Larangan Pesawat Militer AS Lewat Udara RI

Para tokoh yang hadir memberikan tanggapan beragam namun sejalan. Prof. Hasbullah Toisutta menekankan perlunya sinergi antara lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah dalam menanggulangi radikalisme. Sementara Ustaz Hadi Basalamah menambahkan bahwa setiap pernyataan publik harus dipertanggungjawabkan, namun tidak boleh dijadikan bahan fitnah tanpa bukti kuat.

Pertemuan ini juga menyingkap fakta bahwa video‑potongan yang dipublikasikan oleh sejumlah pihak tidak menampilkan konteks penuh dari ceramah JK. Beberapa aktivis, termasuk Abu Janda dan Ade Armando, sebelumnya melaporkan video tersebut ke kepolisian dengan tuduhan fitnah. Namun, pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan.

Sejumlah analis politik menilai pertemuan ini sebagai langkah strategis JK untuk meredam gejolak politik menjelang pemilihan umum 2029. Menurut mereka, klarifikasi dini dan dukungan tokoh agama terkemuka dapat mengurangi risiko polarisasi dan memulihkan kepercayaan publik terhadap figur nasional.

📖 Baca juga:
Daftar Harga Motor Bebek 2026: Honda, Yamaha, Suzuki, dan TVS Mulai Rp 14 Jutaan, Pilihan Terbaik untuk Touring dan Irit BBM

Di akhir pertemuan, JK mengucapkan terima kasih kepada semua tokoh yang hadir dan menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat dialog lintas agama serta mempercepat proses perdamaian di wilayah‑wilayah yang masih rawan konflik. Ia menutup pertemuan dengan doa bersama, menandakan harapan bersama untuk Indonesia yang damai dan bersatu.

Dengan pernyataan tegas dari Prof. John Ruhulessin, serta dukungan tokoh-tokoh agama lainnya, polemik seputar ceramah UGM tampak mulai mereda. Kasus ini menjadi contoh penting bagaimana dialog terbuka dan klarifikasi faktual dapat meredakan ketegangan dalam masyarakat multikultural.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *