Religi

Tahun Baru Islam 2026: Menyambut 1 Muharram 1448 H dengan Penuh Makna

×

Tahun Baru Islam 2026: Menyambut 1 Muharram 1448 H dengan Penuh Makna

Share this article
Tahun Baru Islam 2026: Menyambut 1 Muharram 1448 H dengan Penuh Makna
Tahun Baru Islam 2026: Menyambut 1 Muharram 1448 H dengan Penuh Makna

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Juni 2026 | Tahun Baru Islam 2026 menjadi salah satu momen penting yang dinantikan umat Muslim di Indonesia. Peringatan ini menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah dan bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah. Umat Islam di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk memperbarui diri dan meningkatkan ibadah.

Menurut kalender Hijriah, hari ini, Jumat 5 Juni 2026 bertepatan dengan tanggal 19 Dzulhijjah 1447 H. Diketahui, bulan Juni 2026 bertepatan dengan dua bulan Hijriah, yaitu Dzulhijjah dan Muharram. Berikut rincian kalender Hijriah sepanjang bulan Juni 2026.

📖 Baca juga:
Menyambut Maghrib Hari Ini: Jadwal Sholat dan Kegiatan Islami

Kalender Hijriah memiliki sistem penghitungan yang berbeda dari kalender Masehi. Kalender Masehi mendasarkan penghitungan pada peredaran Bumi mengitari Matahari, sementara kalender Hijriah mengacu pada peredaran Bulan mengitari Bumi. Kalender Masehi sendiri termasuk kategori kalender solar, sedangkan kalender Hijriah termasuk kategori kalender lunar.

Perbedaan acuan perhitungan tersebut membuat jumlah hari dalam setahun pada kedua kalender tersebut tak sama. Dijelaskan oleh seorang ahli ilmu falak, kalender Masehi dalam menyatakan panjang satu tahunnya didasarkan siklus tropis Matahari, yaitu 365,2222 hari. Dalam setahun dibagi menjadi 12 bulan.

Sementara pada kalender Hijriah, panjang satu tahunnya berdasarkan 12 kali siklus sinodis bulan atau 12 kali fase bulan yang sama/hilal. Siklus sinodis Bulan bervariasi, rata-ratanya 29,53 hari. Sehingga umur Bulan dalam satu bulan Hijriah terkadang 29 hari, terkadang 30 hari.

Tahun Baru Islam 2026 atau 1 Muharram 1448 H diperingati pada Selasa, 16 Juni 2026 dan ditetapkan sebagai hari libur nasional. Pemerintah telah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk beribadah, mengikuti kegiatan keagamaan, maupun berkumpul bersama keluarga.

📖 Baca juga:
Mengenal Makna dan Hikmah di Balik Perayaan Idul Adha

Muharram merupakan bulan pertama dalam sistem penanggalan Islam atau kalender Hijriah. Penetapan kalender Hijriah sendiri dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab dengan menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal perhitungan tahun Islam.

Bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam. Karena itu, datangnya Muharram sering disambut dengan berbagai kegiatan keagamaan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum refleksi diri memasuki tahun baru Hijriah.

Salah satu tradisi yang identik dengan peringatan Tahun Baru Islam di Indonesia adalah pawai obor 1 Muharram. Tradisi ini sudah lama dilakukan di berbagai daerah sebagai bentuk syiar Islam dan ungkapan kegembiraan menyambut datangnya tahun baru Hijriah.

Dalam pelaksanaannya, peserta biasanya mengenakan pakaian muslim sambil membawa obor dan berjalan mengelilingi lingkungan sekitar, mulai dari kampung, desa, hingga kompleks perumahan. Pawai obor umumnya diiringi dengan lantunan salawat, pujian kepada Rasulullah SAW, serta tabuhan alat musik tradisional seperti rebana dan gendang yang menambah semarak suasana.

📖 Baca juga:
Maksimalkan Pahala Idul Adha dengan 7 Amalan Sebelum Salat

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga tokoh masyarakat setempat. Menurut berbagai sumber keislaman, termasuk penjelasan dari kalangan ulama, pawai obor bukanlah bentuk ritual khusus yang bersifat wajib dalam agama.

Dengan demikian, libur yang diberikan hanya berlangsung satu hari pada tanggal 16 Juni 2026. Masyarakat dapat memanfaatkan waktu libur ini untuk melakukan refleksi diri, memperkuat hubungan keluarga, dan memperbarui komitmen untuk menjalankan ajaran agama dengan lebih baik.

Peringatan Tahun Baru Islam 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam di Indonesia untuk memperbarui diri dan meningkatkan ibadah. Dengan memahami makna dan sejarah di balik peringatan ini, diharapkan masyarakat dapat merayakannya dengan lebih bermakna dan penuh hikmah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *