BERITA

Pesta Babi: Film Dokumenter yang Mengungkap Konflik Lahan dan Keterlibatan Aparat di Papua

×

Pesta Babi: Film Dokumenter yang Mengungkap Konflik Lahan dan Keterlibatan Aparat di Papua

Share this article
Pesta Babi: Film Dokumenter yang Mengungkap Konflik Lahan dan Keterlibatan Aparat di Papua
Pesta Babi: Film Dokumenter yang Mengungkap Konflik Lahan dan Keterlibatan Aparat di Papua

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Mei 2026 | Film dokumenter "Pesta Babi" telah menjadi perbincangan hangat di Indonesia karena mengangkat isu konflik lahan dan keterlibatan aparat di Papua. Film ini disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale, yang dikenal karena karya-karya mereka yang kerap menyorot isu sosial dan lingkungan.

Dalam film ini, penonton diajak untuk melihat situasi di Papua Selatan melalui pendekatan yang minim dramatisasi. Film ini membahas tentang konflik lahan antara masyarakat adat dan perusahaan yang ingin mengembangkan proyek strategis nasional (PSN) di wilayah tersebut.

📖 Baca juga:
Membuka Kepercayaan Diri! 5 Zodiak Dapat Ramalan Terkuat 22 April 2026, Emosi & Stabilitas Batin Menyatu

Pesta Babi juga menyorot keterlibatan aparat dalam proyek tersebut dan bagaimana mereka mempengaruhi kehidupan masyarakat adat. Film ini menggambarkan bagaimana hutan-hutan adat yang menjadi sumber kehidupan suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu dibuka untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan dalam skala besar.

Judul "Pesta Babi" merujuk pada tradisi budaya masyarakat Muyu bernama Awon Atatbon, yang bergantung pada keberlangsungan hutan dan alam Papua. Karena itu, judul "Pesta Babi" dipakai sebagai metafora bahwa kerusakan hutan juga mengancam identitas budaya masyarakat adat.

📖 Baca juga:
Setelah Diambil Alih AS, Ekspor Minyak Venezuela Capai 1 Juta Barel per Hari

Pelarangan nonton bareng (nobar) film "Pesta Babi" telah terjadi di beberapa wilayah, dengan alasan yang beragam, mulai dari persoalan izin hingga muatan film yang dinilai provokatif. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa pelarangan nobar film tidak bisa dilakukan secara sepihak dan harus melalui keputusan pengadilan.

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI juga menilai bahwa pembubaran nobar film "Pesta Babi" melanggar jaminan kebebasan berekspresi. DPD RI menyarankan agar pihak yang tidak memiliki kewenangan hukum tidak diperbolehkan melarang pemutaran film di ruang publik.

📖 Baca juga:
Pencarian Doli Berlanjut, Tim SAR Pakai Peralatan Anti Buaya di Sungai Nyireh

Dalam kesimpulan, film "Pesta Babi" merupakan sebuah film dokumenter yang mengungkap konflik lahan dan keterlibatan aparat di Papua. Film ini membahas tentang isu-isu sosial dan lingkungan yang sangat relevan dengan situasi saat ini. Dengan demikian, film ini layak untuk ditonton dan dibahas lebih lanjut untuk memahami isu-isu tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *