BERITA

Pencarian Doli Berlanjut, Tim SAR Pakai Peralatan Anti Buaya di Sungai Nyireh

×

Pencarian Doli Berlanjut, Tim SAR Pakai Peralatan Anti Buaya di Sungai Nyireh

Share this article
Pencarian Doli Berlanjut, Tim SAR Pakai Peralatan Anti Buaya di Sungai Nyireh
Pencarian Doli Berlanjut, Tim SAR Pakai Peralatan Anti Buaya di Sungai Nyireh

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 April 2026 | Tim SAR gabungan dari Kantor SAR Pangkalpinang dan Unit Siaga SAR Toboali terus mengerahkan seluruh kemampuan untuk menemukan Doli, seorang nelayan berusia 40 tahun yang hilang pada 16 April 2026 di Sungai Nyireh, Air Gegas, Bangka Selatan. Pada pagi itu, Doli dan rekannya berlayar dengan sampan untuk mencari ikan di perairan yang dikenal sarat buaya, bakau, dan rumput rawa. Saat rekannya menyalip dan berbalik, Doli tidak lagi terlihat, dan sampan kosong mereka ditemukan mengapung di tengah sungai.

Setelah warga Desa Delas melakukan pencarian mandiri namun tidak menemukan jejak, mereka meminta bantuan resmi kepada Kantor SAR Pangkalpinang. Kepala kantor, Mikel Rachman, menjelaskan bahwa pencarian kini memasuki hari ketiga dengan kondisi lapangan yang sangat berbahaya. “Sungai Nyireh memang habitat alami buaya, sehingga keselamatan tim menjadi prioritas utama,” ujar Mikel dalam konferensi pers pada 19 April 2026.

📖 Baca juga:
Tragedi Selancar di Pantai Parangtritis: Remaja Hilang Terseret Arus, Tim SAR Berjuang 24 Jam

Untuk menghadapi ancaman predator, SAR Pangkalpinang membekali para rescuer dengan dua set Crocodile Attack Protection Equipment (CAPE). Peralatan ini meliputi rompi pelindung anti gigitan, helm khusus, serta sarung tangan anti‑crocodile yang dirancang untuk menahan tekanan kuat dari gigi buaya. Seluruh tim yang terdiri dari enam rescuer Kantor SAR Pangkalpinang dan tiga rescuer Unit Siaga SAR Toboali kini bergerak menyisir rawa‑bakau menggunakan sampan berdaya tahan tinggi.

Selain upaya darat, tim SAR juga memanfaatkan teknologi drone thermal untuk memindai area rawa dari udara. Drone dilengkapi sensor panas yang dapat mendeteksi pergerakan tubuh manusia di tengah vegetasi lebat, sehingga mempercepat identifikasi potensi lokasi Doli. Hasil pemindaian pertama menunjukkan beberapa titik panas yang kemudian diperiksa secara langsung oleh tim di darat.

Warga setempat juga diberikan arahan untuk menjauh dari pinggiran sungai selama operasi berlangsung. Mikel menekankan pentingnya koordinasi antara masyarakat dan tim penyelamat, mengingat setiap langkah yang salah dapat menimbulkan bahaya tambahan, baik bagi pencari maupun bagi buaya yang melindungi wilayahnya.

📖 Baca juga:
Hujan meteor Lyrids 2026: Panduan Lengkap Pengamatan di Indonesia, Waktu Puncak dan Tips Praktis

Berikut rincian peralatan dan metode yang diterapkan dalam operasi pencarian:

  • CAPE (Crocodile Attack Protection Equipment): Rompi anti‑gigitan, helm pelindung, sarung tangan anti‑crocodile.
  • Drone Thermal: Sensor inframerah untuk mendeteksi panas tubuh manusia di area rawa.
  • Sampan Penyelamatan: Didesain dengan bahan anti‑korosi dan dilengkapi pengaman tambahan untuk menghindari serangan buaya.
  • Tim Lapangan: 6 rescuer Kantor SAR Pangkalpinang, 3 rescuer Unit Siaga SAR Toboali, serta sukarelawan lokal yang terlatih.

Selama operasi, tim SAR terus memantau kondisi cuaca yang dapat memengaruhi visibilitas dan keamanan. Hujan ringan yang turun pada sore hari menambah tantangan, namun tim tetap fokus pada misi penyelamatan. Setiap penemuan jejak atau indikasi keberadaan Doli dilaporkan secara real‑time ke pusat komando, sehingga strategi pencarian dapat disesuaikan secara dinamis.

Hingga saat ini, keberadaan Doli masih belum terdeteksi. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pencarian sendiri di daerah berbahaya, melainkan melaporkan setiap temuan kepada tim SAR. Diharapkan dengan kombinasi teknologi canggih, peralatan anti‑buaya, dan dukungan komunitas, pencarian dapat berlanjut hingga menemukan Doli atau setidaknya memperoleh petunjuk yang jelas tentang nasibnya.

📖 Baca juga:
Kementerian ATR/BPN Gencar Optimalkan Layanan Pertanahan: Sertifikasi, WFH, Hoaks, dan Kontroversi PTSL

Operasi pencarian Doli menjadi contoh nyata bagaimana tim SAR Indonesia beradaptasi dengan lingkungan ekstrem, mengintegrasikan perlindungan pribadi dengan inovasi teknologi untuk mengatasi risiko predator alam. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama, sementara harapan untuk menemukan Doli tetap menyala di hati seluruh tim dan warga Bangka Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *