Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 April 2026 | Tim SAR (Search and Rescue) di Sumatera Utara resmi menutup operasi pencarian dua anak yang dilaporkan tenggelam di wilayah Padang Utara pada akhir pekan lalu. Keputusan penutupan diambil setelah dua hari pencarian intensif tanpa menemukan jejak korban, namun tim tetap menjaga kesiapsiagaan untuk melanjutkan pencarian bila muncul petunjuk baru.
Kasus ini muncul bersamaan dengan dua insiden lain yang menambah beban kerja tim SAR di wilayah provinsi. Pada 24 April 2026, dua pelajar SMA asal Medan, Andini Natasya (18) dan Rasha (18), hanyut dan tewas di Sungai Sei Bingei, Kabupaten Langkat. Kedua remaja tersebut bersama teman-temannya pergi ke sungai untuk berswim setelah pulang sekolah. Arus deras mengoyak mereka, dan meskipun warga setempat melakukan pencarian mandiri, jenazah baru ditemukan setelah tim SAR gabungan dikerahkan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa operasi di Sei Bingei melibatkan lebih dari dua puluh personel, termasuk tim Rescue Kantor SAR Medan, Polsek Sei Bingei, BPBD Kabupaten Langkat, unsur TNI dari Intel Kodim Binjai, serta relawan masyarakat. Peralatan yang dipakai meliputi kendaraan double‑cabin, perahu rafting, perlengkapan water rescue, kamera bawah air (Aqua Eye), serta alat komunikasi dan medis lengkap.
Hery menambahkan bahwa kondisi air yang keruh, arus yang tidak stabil, serta banyaknya rintangan seperti batu besar (strainer) menyulitkan proses pencarian. Metode yang diterapkan mencakup penyisiran visual, pemantauan bawah air dengan kamera khusus, serta koordinasi lapangan yang terus menerus.
Sementara itu, di Padang Utara, tim SAR menghadapi tantangan serupa. Kawasan tersebut dikenal dengan sungai‑sungai kecil yang mengalir cepat setelah hujan lebat. Dua anak yang dilaporkan tenggelam diperkirakan terjatuh ke dalam aliran yang belum dapat dipetakan secara detail. Tim melakukan penyelaman, penggunaan sonar portable, dan pencarian darat di sekitar titik perkiraan hilangnya korban.
Setelah menghabiskan lebih dari 48 jam, tim menyimpulkan bahwa peluang menemukan korban secara hidup semakin kecil. Oleh karena itu, keputusan resmi diambil untuk menutup operasi pencarian pada sore hari terakhir, dengan catatan bahwa semua data dan rekaman pencarian akan disimpan dan dapat diakses kembali bila ada bukti baru, seperti temuan barang pribadi atau saksi mata yang mengindikasikan lokasi terakhir korban.
Dalam rangka menjaga transparansi, Hery Marantika menyampaikan bahwa semua langkah pencarian telah terdokumentasi, termasuk penggunaan peralatan canggih dan koordinasi lintas lembaga. Ia menegaskan komitmen tim SAR untuk tetap siap siaga dan menanggapi setiap laporan baru terkait kasus ini.
Insiden ini menyoroti pentingnya edukasi keselamatan air bagi pelajar dan warga setempat. Ahli keselamatan menekankan bahwa arus sungai dapat berubah drastis dalam hitungan menit, terutama setelah hujan deras. Penggunaan pelampung, pengawasan orang dewasa, dan larangan berenang di area berbahaya menjadi rekomendasi utama.
Selain itu, keberhasilan evakuasi anak di Dam Sungai Lombok Timur pada minggu yang sama menunjukkan kemampuan tim SAR dalam menangani berbagai situasi darurat air. Meskipun detail evakuasi tidak dapat dipublikasikan secara lengkap, operasi tersebut berhasil mengevakuasi korban tanpa cedera serius, memperkuat reputasi tim SAR di tingkat regional.
Ke depannya, otoritas daerah berencana meningkatkan pemasangan papan peringatan di titik-titik rawan, memperluas pelatihan penyelamatan air bagi relawan, serta memperkuat jaringan komunikasi antar lembaga penanggulangan bencana. Semua langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko tragedi serupa dan meningkatkan respons cepat bila terjadi kejadian darurat.
Dengan penutupan pencarian di Padang Utara, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan segala temuan yang berpotensi menjadi petunjuk baru. Tim SAR menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai semua kemungkinan telah dieksplorasi, demi memberikan kepastian kepada keluarga korban.









