Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Juni 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan evaluasi besar-besaran di seluruh lini, mulai dari tingkat kepemimpinan hingga aspek teknik dari pusat hingga ke daerah. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Di Kota Solo, sebanyak delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara karena tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar. Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menilai bahwa tindakan tegas BGN tersebut menunjukkan berjalannya fungsi pengawasan dan penerapan standardisasi yang ketat dalam menyukseskan program MBG.
Sementara itu, di Kabupaten Gresik, sebanyak delapan SPPG juga dikenai sanksi penghentian operasional sementara oleh BGN. Sanksi ini diberikan sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama terkait pemenuhan standar fasilitas dan pengelolaan lingkungan. Empat dari delapan SPPG tersebut sudah kembali diizinkan beroperasi setelah menyelesaikan perbaikan yang dipersyaratkan.
Di Kabupaten Situbondo, sebanyak 19 unit SPPG berhenti beroperasi karena berbagai persoalan, mulai dari keterlambatan pencairan dana hingga ketidaksesuaian standar fasilitas dan pengelolaan dapur umum. Ketua Satgas MBG Kabupaten Situbondo, Akhmad Yulianto, mengatakan bahwa sebagian besar SPPG berhenti beroperasi karena terkendala pencairan dana virtual account (VA).
Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga melakukan upaya untuk menstabilkan harga telur ayam ras di Jawa Timur. Bapanas melakukan kesepakatan dengan koperasi/asosiasi peternak untuk menyerap telur langsung oleh SPPG untuk program MBG. Kesepakatan ini ditandatangani oleh BGN, koperasi/asosiasi peternak, dan perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dalam kesepakatan tersebut, penggunaan menu telur dalam program MBG ditetapkan minimal 3 kali dalam seminggu. Asosiasi/koperasi peternak rakyat di Jawa Timur bersedia memasok telur dan mengantar langsung ke dapur mitra SPPG sesuai standar kualitas yang telah disepakati.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mencari jalan keluar atas tekanan harga telur ayam ras yang dirasakan peternak.
Kesimpulan dari evaluasi dan upaya penyesuaian standardisasi ini adalah bahwa BGN dan pemerintah melakukan upaya untuk memastikan bahwa program MBG berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, diharapkan program MBG dapat berjalan efektif dan efisien dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.







