BERITA

Pesawat Tempur dan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia: Mencapai Kedaulatan Udara

×

Pesawat Tempur dan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia: Mencapai Kedaulatan Udara

Share this article
Pesawat Tempur dan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia: Mencapai Kedaulatan Udara
Pesawat Tempur dan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia: Mencapai Kedaulatan Udara

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 30 Mei 2026 | Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan posisi geografis yang strategis, membutuhkan kekuatan yang kuat dan memiliki daya tangkal tinggi untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Visi besar ini tercantum dalam Minimum Essential Force (MEF) yang bertujuan untuk memodernasikan alutsista yang ada sehingga dalam menjalankan tugas militer bisa lebih efektif.

Salah satu upaya untuk mencapai kemandirian industri pertahanan adalah melalui proyek kolaborasi jet tempur KF-21 Boramae/IF-21 antara Indonesia dan Korea Selatan. Proyek ini muncul sebagai instrumen yang strategis untuk mencapai kedaulatan udara. Namun demikian, perjalanan proyek ini menyisakan pertanyaan besar: sejauh mana kolaborasi ini benar membawa Indonesia menuju kemandirian industri pertahan?

📖 Baca juga:
Revolusi Liga 2 2026: Format Baru, VAR, dan Persaingan Ketat Menuju Promosi

Presiden Prabowo Subianto memiliki pegangan filosofis dari Thucydides yang menggambarkan dunia ini yang anarki “The strong will do what they can. The weak suffer what they must”. Artinya adalah yang kuat akan berbuat sekehendak hatinya dan yang lemah harus menderita. Lebih lanjut, Prabowo mengutip pemikiran Vegetius yang terkenal: “Si vis pacem, para bellum”. Artinya kalau mau berdamai maka bersiaplah untuk berperang.

Walaupun demikian, Prabowo menilai perang itu destruktif dan harus dihindari at all cost. Tetapi, Indonesia harus mempersiapkannya. Sifat yang idealis justru akan berbahaya. Jika kita terlalu naif, terlalu baik, tidak siap untuk perang, tidak belajar perang, dan tidak melengkapi diri untuk perang, maka kita akan dihabisi.

📖 Baca juga:
Elly Sugigi Bongkar Fakta Emas dan Apartemen di Video Akad Nikah: Ini Alasannya

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada fase terbaik dalam sejarah hubungan kedua negara. Prabowo juga menilai Perancis merupakan salah satu mitra strategis penting Indonesia di tengah situasi global yang masih dibayangi ketidakpastian dan berbagai konflik.

Di sektor pertahanan, Macron menyoroti tibanya pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia sebagai simbol nyata semakin eratnya hubungan kedua negara. Tak hanya itu, Macron juga mengumumkan bahwa Indonesia dan Perancis akan kembali menggelar latihan militer bersama melalui Misi Pegasus pada September 2026.

📖 Baca juga:
Prabowo Percepat Proyek Giant Sea Wall; Didit Herdiawan Pimpin Implementasi Pantura

Kemitraan pertahanan kedua negara kini telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan demikian, Indonesia harus terus memperkuat kemandirian industri pertahanannya untuk mencapai kedaulatan udara dan menjaga kedaulatan NKRI.

Kesimpulan, kemandirian industri pertahanan Indonesia merupakan hal yang penting dalam menjaga kedaulatan NKRI. Dengan melalui proyek kolaborasi jet tempur KF-21 Boramae/IF-21 antara Indonesia dan Korea Selatan, Indonesia dapat mencapai kedaulatan udara dan meningkatkan kemandirian industri pertahanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *