Internasional

Trump Murka Ancam Tarik 5.000 Pasukan AS di NATO

×

Trump Murka Ancam Tarik 5.000 Pasukan AS di NATO

Share this article
Trump Murka Ancam Tarik 5.000 Pasukan AS di NATO
Trump Murka Ancam Tarik 5.000 Pasukan AS di NATO

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar pertemuan tertutup dengan tim keamanan nasional utamanya di Gedung Putih untuk membahas rencana serta opsi militer dalam menghadapi Iran. Pertemuan krusial ini dihadiri oleh deretan pejabat tinggi, di antaranya Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Trump diperkirakan baru akan mengambil keputusan dalam rapat tim keamanan nasional pada Selasa, tetapi agenda tersebut akhirnya dimajukan ke Senin malam. Penundaan yang disampaikan Trump sempat mengejutkan dan membingungkan banyak pejabat AS. Mereka mengaku tidak pasti ke arah mana sang presiden akan melangkah selanjutnya.

📖 Baca juga:
Iran Ingatkan Warga AS: Harga Bensin 4‑5 Dolar Per Liter Bakal Jadi Nostalgia

Sejumlah tokoh garis keras anti-Iran yang sempat berkomunikasi dengan Trump pasca-penundaan mendapat kesan bahwa sang presiden justru sangat bertekad menekan Teheran. Oleh karena itu, para pemimpin Teluk mendesak Trump agar memberikan kesempatan tambahan bagi jalur negosiasi.

Penundaan serangan ke Iran sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran yang disampaikan oleh beberapa pemimpin negara Teluk. Mereka mencemaskan potensi pembalasan dari Iran yang menyasar fasilitas dan infrastruktur minyak di kawasan tersebut.

Di sisi internal pemerintahan, penundaan yang disampaikan Trump sempat mengejutkan dan membingungkan banyak pejabat AS. Beberapa pejabat berpendapat bahwa Trump kemungkinan akan kembali menunda keputusan jika tidak kunjung ada terobosan diplomatik yang tercapai.

📖 Baca juga:
Netanyahu Ingin Akhiri Bantuan Militer AS, Ubah Status Jadi Kemitraan

Kombinasi foto-foto ketika Amerika Serikat menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026), berisi Presiden AS Donald Trump dan sejumlah pejabat di Gedung Putih mengamati Operation Epic Fury.

Trump masih menimbang opsi untuk melanjutkan perang. Menurut penuturan sejumlah pejabat AS dan sumber-sumber regional, keputusan Trump menunda serangan sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran yang disampaikan oleh beberapa pemimpin negara Teluk.

Iran janji picu perang hingga ke luar Timur Tengah jika AS kembali menyerang. Sebelum mengumumkan penundaan tersebut, para pejabat AS menyebut bahwa presiden ke-45 dan ke-47 AS itu sebenarnya belum mengetok keputusan final terkait serangan ke Iran.

📖 Baca juga:
AS Bereaksi Soal Pertemuan Delegasi Iran dan China, Menlu Rubio Memohon Tiongkok Bicara ke Teheran

Trump menggelar pertemuan tertutup dengan tim keamanan nasional utamanya di Gedung Putih untuk membahas rencana serta opsi militer dalam menghadapi Iran. Pertemuan krusial ini dihadiri oleh deretan pejabat tinggi, di antaranya Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *