Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Mei 2026 | Insiden cegatan pesawat NATO oleh jet tempur Rusia kembali terjadi di wilayah udara internasional di atas Laut Hitam. Dua jet tempur Sukhoi SU-35 Rusia berulang kali mendekati pesawat pengintai RAF Rivet Joint yang tengah menjalankan misi pengawasan rutin untuk aliansi NATO.
Pesawat pengintai tersebut dilaporkan dalam kondisi tidak bersenjata saat insiden terjadi. Salah satu jet tempur Rusia disebut terbang dengan jarak yang sangat ekstrem hingga memicu sistem darurat dan menyebabkan fitur autopilot pada pesawat Inggris tersebut nonaktif secara otomatis.
Insiden ini memicu protes keras dari pihak Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF). Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan bahwa insiden tersebut merupakan contoh dari peningkatan ketegangan antara Rusia dan NATO di wilayah Laut Hitam.
Di lain pihak, perang antara Rusia dan Ukraina telah memasuki bulan ke-50. Dalam konflik ini, Ukraina telah menunjukkan kemampuan udara yang signifikan. Mural ‘Ghost of Kyiv’ yang terletak di sebuah bangunan di Ukraina telah menjadi simbol keberanian para pilot Ukraina.
Ukraina memiliki sekitar 150 pesawat tempur, termasuk 35 Sukhoi Su-27, 50 Mikoyan-Gurevitch MiG-29, dan 30 Sukhoi Su-25. Meskipun kalah jumlah dengan pasukan udara Rusia, Ukraina telah menunjukkan kemampuan untuk melawan serangan udara Rusia.
Para pilot Ukraina telah menggunakan taktik yang efektif untuk menghadapi serangan udara Rusia. Mereka telah berhasil menembak jatuh beberapa pesawat tempur Rusia dan telah mempertahankan kontrol atas langit Ukraina.
Konflik antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama beberapa tahun dan telah menyebabkan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur dan ekonomi Ukraina. Namun, dengan kemampuan udara yang efektif, Ukraina telah dapat mempertahankan diri dan terus melawan serangan Rusia.











