Internasional

Teheran Melawan Lagi: Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain

×

Teheran Melawan Lagi: Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain

Share this article
Teheran Melawan Lagi: Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain
Teheran Melawan Lagi: Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Juli 2026 | Situasi di kawasan Teluk semakin membara setelah militer Amerika Serikat (AS) dan Iran saling jual-beli serangan yang kini telah memasuki hari keenam. Ketegangan ini turut mengancam kesepakatan awal kedua negara untuk mengakhiri perang.

Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) menyatakan, telah melepaskan gelombang serangan selama enam jam di berbagai lokasi di Iran. Langkah ini diambil untuk memperlemah kemampuan Iran di Selat Hormuz.

📖 Baca juga:
Debut Robert Lewandowski di MLS Tertunda Akibat Asap Kebakaran Hutan

Media Pemerintah Iran melaporkan suara ledakan terdengar di seluruh penjuru negeri dan mengaktifkan sistem pertahanan udara di Teheran. Tidak tinggal diam, Teheran langsung meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS yang berada di negara-negara tetangga kawasan Teluk, termasuk Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Menurut laporan, serangan AS menyasar pusat komando, situs pertahanan udara, serta fasilitas pengawasan pantai, termasuk di kota pelabuhan Bandar Abbas dan Pulau Tunb Besar. Sementara itu, serangan balasan Iran menargetkan Pangkalan Udara Sakhir di Bahrain yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu yang bertujuan untuk mengakhiri konflik mereka dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng. Namun, ketegangan meningkat dalam beberapa hari terakhir di Selat Hormuz, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan.

📖 Baca juga:
Nobar Piala Dunia 2026: Argentina vs Inggris, Indra Sjafri Kritisi Taktik Bertahan Inggris

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone ke Pangkalan Udara Sakhir di Bahrain yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS. Mengutip RIA Novosti, penyiaran negara Iran IRIB melaporkan bahwa Angkatan Darat Iran menggunakan drone Arash untuk menyerang lokasi penempatan helikopter Angkatan Darat Amerika Serikat dan pesawat patroli maritim P-8.

Sebagai balasan, militer AS melancarkan beberapa serangan terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Teheran juga menuduh Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Sehari kemudian, pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut sudah tidak lagi berlaku, sehingga kembali membuka babak baru eskalasi konflik antara kedua negara.

📖 Baca juga:
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Setelah Iran Tutup Selat Hormuz

Kesimpulan, situasi di kawasan Teluk semakin membara dengan serangan AS dan Iran yang saling berkelanjutan. Ketegangan ini turut mengancam kesepakatan awal kedua negara untuk mengakhiri perang. Diperlukan upaya diplomatik yang lebih lanjut untuk mengakhiri konflik ini dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *