Ekonomi

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Setelah Iran Tutup Selat Hormuz

×

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Setelah Iran Tutup Selat Hormuz

Share this article
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Setelah Iran Tutup Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Setelah Iran Tutup Selat Hormuz

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 11 Juni 2026 | Harga minyak dunia kembali melonjak tajam setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas. Pasar energi global diguncang oleh keputusan Iran yang mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial.

Akibatnya, harga minyak mentah langsung melonjak lebih dari 2 persen dalam perdagangan terbaru. Minyak mentah Brent tercatat naik US$2,30 atau sekitar Rp41.400 menjadi US$95,40 per barel atau setara sekitar Rp1,72 juta per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$2,60 atau sekitar Rp46.800 menjadi US$92,63 per barel atau sekitar Rp1,67 juta per barel.

📖 Baca juga:
Iran dan AS Terlibat Konflik di Selat Hormuz, Drone dan Rudal Dilepaskan

Bahkan, selama sesi perdagangan, harga minyak AS sempat melonjak lebih dari US$3 atau sekitar Rp54.000 per barel. Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz Keputusan menutup Selat Hormuz diumumkan oleh komando militer gabungan tertinggi Iran setelah serangan terbaru militer AS ke sejumlah lokasi di wilayah Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa jalur laut strategis tersebut ditutup untuk seluruh aktivitas pelayaran hingga waktu yang belum ditentukan. “Berlaku segera, karena kondisi keamanan yang tidak kondusif di kawasan, Selat Hormuz dinyatakan tertutup bagi seluruh kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial,” kata IRGC dalam unggahan di kanal Telegram resminya.

IRGC juga mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh kapal yang mencoba melintasi wilayah tersebut. “Setiap kapal yang mencoba melintasi selat tersebut akan menjadi target,” lanjut pernyataan itu. Serangan Baru AS Memperparah Konflik Ketegangan terbaru muncul setelah Komando Pusat AS (US Central Command) mengonfirmasi serangan terhadap sejumlah target di Iran.

📖 Baca juga:
Trump Iran Ngamuk 2 Jam Usai Pilot AS Jatuh di Iran: Dari Sindiran Ekonomi Hingga Tuduhan Kode Nuklir

Dalam unggahan di media sosial, militer AS menyatakan sedang menyerang “beberapa target di Iran” sebagai respons atas tindakan agresif yang dilakukan Teheran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga telah memberi sinyal bahwa serangan tambahan akan dilakukan. Ia memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi lebih besar jika konflik terus berlanjut.

Di Indonesia, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) juga mengalami kenaikan. Harga Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green meningkat dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Pengamat Ekonomi Energi, Fahmy Radhi, menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut menunjukkan pemerintah mulai mengambil langkah realistis untuk mengurangi beban APBN dalam pembayaran kompensasi energi. “Setelah ditahan selama tiga bulan, pemerintah akhirnya menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter,” ujar Fahmy.

📖 Baca juga:
Subsidi BBM dan KPR: Antara Kemudahan dan Penyimpangan

Kenaikan ini mengindikasikan bahwa pemerintah mulai realistis untuk mengurangi beban pengeluaran APBN untuk bayar kompensasi, tambahnya. Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, mengatakan Pertamax dan Pertamax Green merupakan BBM nonsubsidi sehingga penyesuaian harga tidak terlepas dari kenaikan harga minyak dunia.

Pertamax dan Pertamax Green merupakan BBM nonsubsidi. Saat ini Pertamina menanggung kelebihan biaya selama adanya kenaikan harga minyak dunia, kata Cuk. Menurut dia, Pertamina tentu telah menghitung batas kemampuan perusahaan dalam menghadapi gejolak harga minyak global sebelum memutuskan menaikkan harga BBM.

Kesimpulan, harga minyak dunia melonjak tajam setelah Iran tutup Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent dan WTI AS mengalami kenaikan signifikan dalam perdagangan terbaru. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga mengalami kenaikan. Pemerintah mulai mengambil langkah realistis untuk mengurangi beban APBN dalam pembayaran kompensasi energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *