Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Juli 2026 | Arab Saudi baru-baru ini menjadi sorotan karena beberapa peristiwa penting. Kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, yang merupakan bagian dari blokade laut terhadap Arab Saudi. Serangan ini dilakukan menggunakan rudal dan drone, dan targetnya adalah dua kapal tanker bernama Encelia dan Layla.
Menurut sumber keamanan maritim, Encelia sempat mengirim sinyal darurat setelah dilaporkan terkena rudal di dekat Pelabuhan Jizan, Arab Saudi. Sementara itu, perusahaan manajemen risiko maritim Inggris, Vanguard, menyebut kapal berbendera Arab Saudi itu dihantam proyektil tak dikenal sekitar 70 mil laut di barat daya Al Shuqaiq.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Arab Saudi menyepakati kerja sama pembangunan program nuklir sipil. Perjanjian ini disebut sebagai tonggak baru kerja sama strategis kedua negara. Namun, kesepakatan ini juga memicu kekhawatiran akan lahirnya perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.
Menteri Energi AS Chris Wright dan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menandatangani dua dokumen, yakni perjanjian kerja sama nuklir untuk tujuan damai dan perjanjian pengamanan bilateral. Proyek ini diklaim tetap memenuhi standar keselamatan dan nonproliferasi nuklir.
Kesepakatan ini masih harus mendapat persetujuan Kongres. Namun, berbekal suara mayoritas, Partai Republik diyakini akan mampu malapangkan jalan bagi Gedung Putih. Pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan kerja sama tersebut justru memperkuat rezim nonproliferasi nuklir.
Trump telah menyerang Iran dengan alasan menghentikan pengayaan uranium, tetapi kini justru mengizinkan sekutu dekatnya, Arab Saudi, mengembangkan kemampuan serupa. Kekhawatiran yang sama datang dari Israel, yang khawatir akan lahirnya perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, Arab Saudi juga menjadi sorotan karena inisiatif “Albilad’s Top 30 Gulf Banks” yang mencakup 74 lembaga keuangan di Teluk. Inisiatif ini bertujuan untuk menilai kinerja bank-bank di wilayah tersebut dan memilih yang terbaik.
Di akhir artikel ini, dapat disimpulkan bahwa Arab Saudi saat ini berada dalam sorotan karena beberapa peristiwa penting, termasuk serangan Houthi dan kesepakatan nuklir dengan AS. Kesepakatan ini memicu kekhawatiran akan lahirnya perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah, sementara inisiatif “Albilad’s Top 30 Gulf Banks” mencakup 74 lembaga keuangan di Teluk untuk menilai kinerja bank-bank di wilayah tersebut.











